Berita Pangkalpinang

GIB Babel Bahagiakan Santri dan Anak Yatim, Bagi-bagi Beras Setiap Hari Jumat Sebulan Sekali

orangtua asuh yang sudah terdaftar memberikan donasi ada yang lebih hingga ratusan ribu diawal distribusi beras kita setahun

GIB Babel Bahagiakan Santri dan Anak Yatim, Bagi-bagi Beras Setiap Hari Jumat Sebulan Sekali
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Suasana GIB Babel Jumat Bahagia bersama Santri dan Anak Yatim.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- GIB (Gerakan Infaq Beras) Bangka Belitung adakan Jumat Bahagia bersama 70 anak santri dan anak yatim di Sekretariat GIB Babel.

Manager Program Gerakan Infaq Beras, Aka Abdi mengatakan kegiatan Jumat Bahagia ini dilakukan sebulan sekali setiap hari jumat.

"Ini program kecil kita yang namanya Jumat Bahagia. Tujuannya membahagiakan para santri dan anak yatim. Biasa kita ke tempat kuliner atau daarul mahabbah. Tapi kali ini di sekretariat kita sekalian lauching kantor baru ini juga," ujar Aka saat ditemui bangkapos.com, Jumat (20/12/2019).

Ia menerangkan GIB Babel selama 17 bulan berdirinya masih berlokasi dirumah pembina, dengan adanya sekretariat ia berharap orang akan lebih mudah datang untuk donasi nantinya.

"Acara hari ini tadi selain Jumat Bahagia ada ramah tamah. Kita juga mengundang pak RT dan RW sekitaran Gerungang ini. Anak-anak juga dikasih bingkisan tadi," katanya.

Sosok Ibu Tangguh, Rutin Tahajud Rela Makan Nasi Garam Demi Sekolahkan Tujuh Anaknya Hingga Sukses

Aka menjelaskan bahwa GIB Babel ini merupakan cabang ke 20 dari 50 lebih cabang di seluruh Indonesia.

GIB Babel yang diketuai Muhammad Hasanudin ini pun sudah memiliki 500 orang tua asuh.

Jargon GIB yakni dengan infaq bisa seribu sehari atau Rp 25 ribu sebulan.

"Tapi pada kenyataan orangtua asuh yang sudah terdaftar memberikan donasi ada yang lebih hingga ratusan ribu diawal distribusi beras kita setahun yang lalu 120 kilogram untuk sesi pertama. Sekarang Alhamdulilah sudah 8 ton sebulan," beber Aka.

Kisah Elis Wanita Juru Parkir, Diundang Makan Malam Pengusaha Restoran Ternama di Pangkalpinang

Dari data Kemenag (Kementrian Agama) ada 50 lebih pondok pesantren di Bangka Belitung.

Akan tetapi, distribusi beras tersebut lebih mendahulukan pesantren yang tidak berbayar dan yang berhak menerimanya.

"Kita mengumpulkan donasi pada minggu pertama sampai ketiga. Untuk minggu keempat baru distribusi ke pesantren-pesantren yang berhak tadi," jelas Aka.

GIB Babel berharap masyarakat mengetahui keberadaannya dan legalitasnya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved