Advertorial

Markus: Pemkab Bangka Barat Dukung Objek Wisata Mangrove Leguk Bulan

Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyatakan pemerintah daerah (Pemda) yang dipimpinnya mendukung obyek wisata bahari

Markus: Pemkab Bangka Barat Dukung Objek Wisata Mangrove Leguk Bulan
Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat Markus SH diajak berfoto oleh warga yang juga mengunjungi kawasan mangrove, Jumat (20/12/2019) petang. 

BANGKAPOS.COM - Bupati Bangka Barat, Markus SH, menyatakan pemerintah daerah (Pemda) yang dipimpinnya mendukung obyek wisata bahari, berupa pelestarian hutan bakau (mangrove) Leguk Bulan di kampung Tanjung Sawah, Kecamatan Muntok.

"Keberadaan wisata mangrove Leguk Bulan sebagai salah satu tempat wisata baru di Bangka Barat sangat kita dukung, tentu dengan niat baik pengelola untuk tetap mendukung pelestarian mangrove. Bakau ini kan salah satu fungsinya sebagai penahan air laut, apalagi lokasinya yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari laut kita," kata Markus saat meninjau wisata mangrove Leguk Bulan, Jumat (20/12) petang.

Markus meladeni permintaan foto para remaja Muntok
Markus meladeni permintaan foto para remaja Muntok (Ist)

Menurut bupati muda dan inovatif ini, upaya mengembangkan hutan mangrove sebagai objek wisata layak diapresiasi.

Selain mendorong terwujudnya kelestarian pantai, hal itu juga dapat memberikan peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Ini belum resmi dibuka saja sudah ramai dikunjungi. Artinya antusiasme masyarakat soal objek wisata baru ini sangat luar biasa. Kita apresiasi pemiliknya yang telah ikut mengangkat geliat wisata Bangka Barat dengan membangun hutan mangrove ini. Saya melihat bisa saja ini juga jadi wisata kuliner kita. Jadi selain ke mangrove, orang bisa beli sesuatu yang bisa dibawa pulang," jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Kepada pihak pengelola, Markus meminta agar disediakan fasilitas WC umum dan Mushola demi kenyamanan pengunjung.

"Selain itu juga, supaya lebih digandrungi warga, maka fasilitas swafoto bertuliskan I LOVE MUNTOK atau sejenisnya harus ada," imbuhnya.

Sementara owner mangrove Leguk Bulan, Bong Khui menjelaskan, khusus luasan hutan mangrove sendiri sekitar 9 hektare lebih, tapi secara keseluruhan termasuk kawasan di sekitarnya lebih kurang 20 hektare.

Di kawasan tersebut rencananya juga akan dibangun areal pemancingan dan sarana pendukung lainnya, seperti wahana permainan anak, track sepeda, off-road, dan sebagainya.

"Saat ini fasilitas pendukung seperti WC umum dan mushola sudah mulai dibangun. Sementara lainnya terus dalam tahap pengembangan. Untuk pengunjung sendiri lumayan banyak, kalau untuk hari biasa rata-rata sekitar 400-500 orang sementara puncaknya di hari sabtu dan minggu," tandasnya.

Bupati Markus tampak bercengkerama dengan owner Mangrove dan pimpinan OPD Babar yang mendampinginya.
Bupati Markus tampak bercengkerama dengan owner Mangrove dan pimpinan OPD Babar yang mendampinginya. (Ist)

Dia berharap, keberadaan objek wisata baru ini menjadi wisata andalan sekaligus spot wisata pilihan keluarga tidak hanya dari Bangka Barat tapi juga dari luar daerah. [Humas Bangka Barat]

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved