Babel Dapat Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Pemerintah Pusat

Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk Capaian Utama Lima Gerakan Revolusi Mental pada Sabtu 21 Desember 2019.

Babel Dapat Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Pemerintah Pusat
Dokumen Bangka Pos
Wagub Babel Abdul Fatah di Kantor Gubernur Babel, Senin (2/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Wakil Gubernur Abdul Fatah kembali menerima Anugerah Revolusi Mental 2019 dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk Capaian Utama Lima Gerakan Revolusi Mental pada Sabtu 21 Desember 2019.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Gubernur Erzaldi Rosman maka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan kategori capaian utama lima gerakan revolusi mental, yang mana ini diakui oleh pemerintah pusat banyak perubahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ucap wagub.

Berdasarkan Indeks Capaian Revolusi Mental (ICRM) yang diperoleh melalui hasil Susenas MSBP 2018, Provinsi Bangka Belitung masuk kedalam capaian tertinggi untuk Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Tertib dan Gerakan Indonesia Bersih. Ini diperkuat dengan aksi nyata GNRM yang diwujudkan melalui penyelenggaraan pemerintahan yang maju, unggul, cepat dan efisien.

Sebagai wujud nyata untuk merealisasikan gerakan Revolusi Mental, dimana Pemprov. Kep. Babel telah melaksanakan program unggulan seperti : Gerakan Indonesia Melayani seperti fasilitasi sertifikat halal untuk pelaku UMKM, program 1001 entrepreneur digital, berkah Mart dan Klinik Kemasan; Gerakan Indonesia Bersih seperti pengelolaan sampah rumah tangga, sampah laut dan pengelolaan sampah menjadi energy listrik.

Gerakan Indonesia Tertib seperti Layanan Sistem Informasi Monitoring Lembar Kerja Evaluasi Reformasi; Gerakan Indonesia Mandiri seperti telah dilaksanakan kebijakan transformasi perekonomian masyarakat melalui 3S (Sahang/Lada, Sapid an sawah); dan Gerakan Indonesia Bersatu seperti program event budaya untuk persatuan antar warga.

Pemberian anugerah yang disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy tersebut di lakukan di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta Pusat yang dihadiri Menteri Agama, Fachrul Razi; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; Kepala Badan Pusat Statistik, Kecuk Suhariyanto; Pejabat Eselon I di lingkup Kemenko PMK; serta beberapa perwakilan lainnya.

Anugerah Revolusi Mental dilaksanakan sebagai upaya memberikan apresiasi, penghargaan dan penghormatan tentang bentuk nyata berbagai gerakan atau aksi berupa inisiatif semua pelaku atau agen perubahan yang mencerminkan Gerakan Nasional Revolusi Mental di seluruh pelosok Nusantara.

Menko PMK berharap melalui acara pemberian penghargaan Anugerah Revolusi Mental, gaung GNRM akan semakin menggema serta dapat menstimulasi atau merangsang masyarakat agar betul-betul menjadi bagian tak terpisahkan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

"Gerakan Revolusi Mental ini gerakan kemasyarakatan yang diinisiasi dan dilakukan oleh kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat sipil. Pemerintah lebih memposisikan diri mendorong, memberikan stimulasi dan tentu saja memprovokasi agar gerakan-gerakan ini terus bergulir di semua dimensi kehidupan,”jelas Muhadjir.

Muhadjir juga mengatakan ke depan, gerakan revolusi mental akan makin masif digalakkan. Adapun sasaran yang menjadi target dari adanya gerakan revolusi ini adalah perubahan mental secara keseluruhan.

"Nantinya akan ada perubahan cara pandang, sikap, dan tindakan. Jadi mental dulu yang harus mengalami perubahan. Misalnya perubahan yang tidak baik menjadi baik," tambahnya. (diskominfo)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved