Breaking News:

Gerhana Matahari Cincin

Waktu Terbaik Lihat Gerhana Matahari Cincin di Bangka Belitung, Pergi ke Daerah ini Pas Buat Liburan

Momennya juga dinilai pas karena bertepatan dengan libur sekolah dan natalan.

Posbelitung.com
Penampakan Gerhana Matahari Total yang dilihat dari Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Rabu (9/3/2016) pukul 07.23 WIB. 

BANGKAPOS.COM - Fenomena gerhana matahari cincin pada Kamis (26/12/2019) ini  bisa disaksikan di banyak wilayah di Indonesia, termasuk Provini Kepulauan Bangka Belitung.

Momennya juga dinilai pas karena bertepatan dengan libur sekolah dan natalan.

Bangkapos.com merangkum waktu dan tempat terbaik bagi anda yang ingin menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin ini di Negeri Laskar Pelangi.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris dan saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin yaitu gelap di tengahnya dan terang di pinggirnya.

Demikian disampaikan dalam rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan melalui Kepala UPT BMKG Buluh Tumbang, Tanjungpandan, Carles Siregar.

Jadwal & Waktu Melihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember di Indonesia Termasuk di Bangka Belitung

Meskipun peristiwa GMC dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi tersebut dengan siklus tertentu. Di Tanjungpandan, Belitung, GMC diprediksi akan mulai pukul 10.41 WIB dan puncaknya pada 12.38 WIB. Lalu berakhir pada 14.24 WIB.

"Jadi durasi gerhana 3 jam 45 menit," ujarnya.

Menurutnya, pada gerhana matahari cincin (GMC) 26 Desember mendatang, Indonesia menjadi wilayah yang dilewati jalur cincin.

Di samping negara lainnya seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra Hindia, Singapura, Malaysia dan Samudra Pasifik.

Saat itu juga akan terjadi gerhana matahari sebagian di sedikit Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudra Hindia, Australia bagian utara, dan Samudra Pasifik.

Tata Cara Salat Gerhana Menurut Buya Yahya dan Hindari Mitos yang Terjadi

Ia menyebut, GMC sebelumnya yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 22 Agustus 1998 yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara.

Kemudian GMC 26 Januari 2009 jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan.

Sedangkan GMC yang akan datang yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 21 Mei 2031 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. 

Gerhana Matahari Cincin Akhir 2019 Bertepatan dengan 15 Tahun Tsunami Aceh, Berikut Penjelasannya

Berikut waktu terbaik menyaksikan GMC 2019 berdasarkan Data BMKG mengenai visibilitas gerhana matahari cincin pada 26 Desember nanti di Bangka Belitung :

*Tanjungpandan
Mulai: 10.41 WIB
Puncak: 12.38 WIB
Berakhir: 14.27 WIB

*Manggar
Mulai: 10.43 WIB
Puncak: 12.38 WIB
Berakhir: 14.28 WIB

*Pangkalpinang
Mulai: 10.36 WIB
Puncak: 12.33 WIB
Berakhir: 14.23 WIB

*Mentok
Mulai: 10.33 WIB
Puncak: 12.29 WIB
Berakhir: 14.21 WIB

Sungailiat
Mulai: 10.36 WIB
Puncak: 12.32 WIB
Berakhir: 14.23 WIB

Koba
Mulai: 10.37 WIB
Puncak: 12.34 WIB
Berakhir: 14.24 WIB

Toboali
Mulai: 10.38 WIB
Puncak: 12.34 WIB
Berakhir: 14.24 WIB

Di Pulau Belitung, pemerintah setempat akan menggelar kegiatan yang diadakan di Pantai Tanjungtinggi atau dikenal Pantai Laskar Pelangi.

"Acaranya saat itu akan ada salat gerhana yang dilanjutkan khutbah mengenai gerhana," ujar Bupati Belitung Sahani Saleh selepas mengadakan audiensi dengan BMKG Belitung dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung di Rumah Dinas Bupati, Jumat (13/12) malam.

Tak hanya itu nantinya BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) akan menjelaskan secara ilmiah gerhana matahari cincin.

BMKG juga akan menyediakan alat untuk memantau langsung gerhana matahari cincin.

Kegiatan saat gerhana matahari cincin di Belitung rencananya akan digelar sekitar pukul 10.30 WIB.

Sembari menunggu puncak gerhana yang diprediksi pada pukul 12.30 WIB.

Acara akan berlangsung menarik karena diusung secara kolaboratif antara pemerintah daerah (Pemda), BMKG, Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, dan Badan Pengelola Geopark.

Berbagai acara lainnya seperti Festival Durian juga akan diadakan di lokasi tersebut.

"Jadi bisa disebut ini sebagai rahmat bagi Belitung. Siapapun bisa datang dan ikut meramaikan acara tersebut, baik masyarakat maupun wisatawan, acaranya nanti gratis," ucap Sanem

BACA juga Tata Cara Salat Gerhana Menurut Buya Yahya dan Hindari Mitos yang Terjadi

BACA juga BMKG Akan Siarkan Streaming Gerhana Matahari Cincin, Tiga Hal Perlu Diperhatikan Saat Lihat Langsung

Di Pantai Terentang Bangka Tengah Ada Festival Gerhana selama Empat Hari

Bupati Bangka Tengah (Bateng), Ibnu saleh mengajak warga meramaikan kegiatan Festival Gerhana Pantai Terentang III selama empat hari mulai tanggal 26 hingga 29 Desember 2019.

Ibnu menjelaskan, jika Gerhana Matahari Cincin (GMC) merupakan fenomena alam yang umum terjadi, yang mana GMC itu terjadi di saat bumi, bulan dan matahari dalam satu garis lurus.

Orang nomor satu di Bateng ini ingin menjadikan momentum ini sebagai ajang memperkenalkan Pariwisata Kabupaten Bateng.

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bateng bersama Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) selama empat hari juga akan melaksanakan beragam kegiatan bhakti sosial, pameran hingga pasar murah.

"Kegiatan ini bertempat di pantai Desa Terentang, kita akan melihat GMC bersama, lalu keesokan harinya melakukan jalan sehat, donor darah, pameran foto Gerhana, pasar murah, penanaman pohon, hiburan dengan mempopulerkan senam bedincak dan tak lupa ada door prize di siapkan untuk masyarakat Bateng,"  jelas Ibnu, Senin (23/12/2019)

Ia mengimbau warga Bateng menghadiri fenomena alam ini dengan mengajak semua keluarga dan kerabatnya, agar semakin banyak masyarakat yang mengenal pariwisata di Bateng, seperti Bateng memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pantai Desa Terentang.

Penyelenggara kegiatan Festival Gerhana Pantai Terentang III, Basrin mengatakan, Kabupaten Bateng Provinsi Babel merupakan satu diantara 12 Provinsi yang terkena GMC sebagian, yakni 90 hingga 80 persen bukan gerhana total.

Fenomena alam GMC sebagian itu sendiri terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, sekitar pukul 10.36 Wib dan puncaknya pukul 12.33 WIB berakhir pada pukul 14.23 WIB.

"Untuk melihat GMC sebagian tersebut, kami akan membagikan kacamata khusus kepada masyarakat yang hadir secara gratis," kata Basrin. (Bangkapos.com/ Nordin / Muhammad Rizki)

Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved