Breaking News:

Buntut Tragedi Jatuhnya Pesawat B737 MAX, Indonesia dan Ethiopia Jadi Korban, CEO Boeing Dipecat

Terkait dari buntut kedua kecelakaan pesawat Boeing tersebut, pabrikan pesawat AS, Boeing memecat CEO-nya Dennis Muilenburg.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP melakukan tabur bunga bersama dari KRI Banda Aceh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). Doa dan tabur bunga bersama yang dilakukan oleh keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, karyawan Lion Air, Prajurit TNI, dan Instansi terkait di tempat kejadian dilakukan untuk mendoakan para korban dan memberi informasi kepada keluarga korban mengenai tempat jatuhnya pesawat dan proses-proses pencarian. 

Tragedi Jatuhnya Pesawat B737 MAX, Indonesia dan Ethiopia Jadi Korban, CEO Boeing Dipecat

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tragedi jatuhnya pesawat  Boeing 737 Max registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 milik Lion Air yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2018 di Perairan Tanjung Karawang masih menyimpan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Kecelakaan tersebut menewaskan  penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh setelah lepas landas sebanyak 189 orang. Berdasarkan manifes yang dikirimkan pihak Lion Air ke kantor Basarnas total penumpang tersebut terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru.

Kemudian pada tanggal 10 Maret 2019, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik  Ethiopian Airlines yang mengoperasikan penerbangan ini jatuh di dekat kota Bishoftu setelah 6 menit lepas landas. Kecelakaan pesawat terbang tersebut menewaskan seluruh dari 157 penumpang dan awak pesawat terbang tersebut.

Terkait dari buntut kedua kecelakaan pesawat Boeing tersebut, pabrikan pesawat AS, Boeing memecat CEO-nya Dennis Muilenburg.

Ilustrasi kecelakaan Lion Air PK-LQP
Ilustrasi kecelakaan Lion Air PK-LQP (Tribunnews.com)

Dalam pernyataan yang dimuat di situsnya, Boeing menyatakan langkah itu dilakukan demi mengembalikan kepercayaan terhadap perusahaan.

"Dewan direksi memutuskan pergantian kepemimpinan dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap perusahaan seiring langkah memperbaiki hubungan dengan regulator, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya," tulis Boeing, Senin (23/12/2019).

Posisi Muilenburg akan digantikan David L Calhoun yang saat ini menjabat Ketua Dewan Direksi sekaligus Presiden.  "Saya percaya pada masa depan Boeing dan 737 MAX. Saya merasa terhormat bisa memimpin perusahaan hebat ini beserta 150.000 pegawainya yang bekerja keras untuk membentuk masa depan penerbangan," kata Calhoun dalam keterangannya.

Indonesia dan Ethiopia jadi korban B737 MAX. Dilansir dari BBC, pemecatan CEO ini merupakan buntut dua kecelakaan pesawat 737 MAX beberapa waktu lalu

Kecelakaan pertama menimpa Lion Air pada Oktober 2018 lalu. Sebanyak 189 penumpang dan awak Lion Air JT 610 tewas. Kemudian pada Maret 2019, pesawat Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan serupa dan menewaskan 157 penumpangnya.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved