Breaking News:

Buntut Tragedi Jatuhnya Pesawat B737 MAX, Indonesia dan Ethiopia Jadi Korban, CEO Boeing Dipecat

Terkait dari buntut kedua kecelakaan pesawat Boeing tersebut, pabrikan pesawat AS, Boeing memecat CEO-nya Dennis Muilenburg.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP melakukan tabur bunga bersama dari KRI Banda Aceh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). Doa dan tabur bunga bersama yang dilakukan oleh keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, karyawan Lion Air, Prajurit TNI, dan Instansi terkait di tempat kejadian dilakukan untuk mendoakan para korban dan memberi informasi kepada keluarga korban mengenai tempat jatuhnya pesawat dan proses-proses pencarian. 

Semua pesawat B737 MAX telah dikandangkan pada Maret 2019 lalu. Boeing juga memutuskan untuk menunda produksi pesawat itu sembaru menunggu regulator mensertifikasi keselamatannya. Boeing 737 MAX cacat Hasil investigasi menunjukkan kecelakaan disebabkan sistem kontrol otomatis di pesawat (MCAS) B737 MAX yang rusak.

Boeing menyatakan sistem yang mengandalkan sensor tunggal itu menerima data yang salah. Ini menyebabkan pilot tak bisa mengontrol pesawat dan menerjunkan pesawat ke bawah.

Boeing tengah memperbaiki sistem itu dan memperbarui prosedurnya. Namun para penegak hukum di Amerika Serikat yang menginvestigasi perkara ini menyebut, Boeing sudah mengetahui kesalahan sistem sebelum terjadinya kecelakaan. Boeing dituding memprioritaskan keuntungan di atas keselamatan dengan terus memasarkan B737 MAX kendati ada cacat sistem.

Korban pesawat Ethiopian Airlines jatuh
Korban pesawat Ethiopian Airlines jatuh (foto/ Daily Express)

Sebelum pemecatan Muilenberg bergabung dengan Boeing pada 1985 silam. Ia memimpin divisi pertahanan, antariksa, dan keamanan sebelum ditunjuk sebagai CEO pada 2015 lalu. 

Sebelum dipecat, Muilenberg sudah menerima sanksi dicopot dari kursi Ketua Dewan Direksi pada Oktober 2019 lalu. Ia kemudian juga setuju tak menerima bonus.

Kendati demikian, Boeing masih terus membelanya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS Peter DeFazio yang memimpin komite investigasi Boeing, mengkritik sikap Boeing mempertahankan Muilenberg.

Ia menganggap pabrikan pesawat itu tak serius soal keamanan. "Kalau saya yang membuat keputusan, Muilenburg sudah saya pecat," kata DeFazio kepada New York Times akhir pekan kemarin. (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Buntut Kecelakaan Lion Air JT 610, Bos Boeing Dipecat

Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved