Gubernur Erzaldi Tetap Fokus pada Komoditi Pertanian, Ini Upaya yang Dilakukan

Seperti kunjungannya ini, warga berkumpul dan menyiapkan makanan khas untuk menyambut kedatangan kepala daerahnya.

Gubernur Erzaldi Tetap Fokus pada Komoditi Pertanian, Ini Upaya yang Dilakukan
Diskominfo Babel
Pertemuan Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama warga Desa Ranggas, Bangka Selatan, Senin (23/12/2019). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Bersilaturahmi ke rumah warga merupakan rutinitas yang kerap dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di sela kesibukan dan jadwal pekerjaannya sebagai gubernur.

Seperti kunjungannya ini, warga berkumpul dan menyiapkan makanan khas untuk menyambut kedatangan kepala daerahnya.

Senin (23/12/2019) dilakukan kunjungan ke Desa Ranggas Kabupaten Bangka Selatan.

Selain berbincang ringan Gubernur Erzaldi juga mendengarkan cerita masukan dan sebagainya dari warga yang hadir.

Warga Ranggas dalam pertemuan ini menceritakan beberapa hal terkait perkebunan lada milik warga di desa ini yang mengalami beberapa kendala, diantaranya daun yang kuning dan keriting.

Direspon segera oleh Gubernur Babel bahwa dinas pertanian akan segera menurunkan tim pengecekan.

“Ini coba diteliti dan dimaksimalkan hingga pohon ladanya tumbuh sehat kembali,” ungkapnya kepada tim konsultan pertanian yang juga hadir.

“Siapkan contoh kebun terdekat, kumpulkan warga serempak untuk mendengar dan melihat tim ini saat pengecekan contoh tanaman yang terkena penyakit dan membantu perawatan,” tambahnya.

Ditanya oleh Gubernur Erzaldi, menurut tim konsultan, penyelesaian penyakit tanaman seperti ini membutuh waktu pemulihan tiga bulan atau ysecepat-cepatnya 21 hari kerja.

“Awal Januari 2020, kami sudah bisa memulai observasinya,” ungkap salah satu konsultannya dalam kesempatan yang sama.

Selain permasalahan tanaman lada warga, Gubernur Erzaldi jg menyampaikan bahwa Pemprov Babel pada 2020 mendatang akan memberikan bibit lada, pupuk dan junjungan.

Masing-masing satu Kartu Keluarga mendapat bantuan sebanyak 500 batang bibit pada, 5 kg pupuk/ Batang lada.

“Setelah bibit lada, juga akan ada bibit sawit, akan tetapi bibit ini diberikan kepada warga yang memang memiliki lahan siap tanam,” tegasnya.

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved