Berita Pangkalpinang

Tragedi Sijuk Berakhir Damai, Prof Bustami Rahman : Ilegal Kok Berakhir Damai

Bustami pun sangat menyayangkan kesepakatan damai yang terjadi dari tragedi penyerangan oleh penambang ilegal di Sijuk

Tragedi Sijuk Berakhir Damai, Prof Bustami Rahman : Ilegal Kok Berakhir Damai
Ist
Bustami Rahman, Ketua Dewan Pendidikan Babel 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM), Prof Bustami Rahman, menginginkan pihak kepolisian harus menjalankan tugasnya dengan baik dalam penyelesaian kasus yang juga bisa dikatakan tragedi Sijuk, yakni penyerangan yang dilakukan penambang liar terhadap rombongan Wakil Gubernur (Wagub) Babel saat melakukan penertiban aktivitas tambang ilegal di Sijuk, Kabupaten Belitung awal November 2019.

Di kasus tersebut, para penambang ilegal yang ditertibkan justru menyerang dan melakukan perusakan terhadap mobil dinas wagub serta 20 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babel yang tengah melakukan penertiban.

"Polisi harus melaksanakan perannya, karena polisi adalah perangkat dari keadilan. Perangkat hukum kan. Jadi dia (polisi) harus menjalankannya berdasarkan hukum," tegas Bustami kepada Bangkapos.com, Senin (23/12/2019).

Dalam Tragedi Sijuk yang membuat beberapa Anggota Satpol PP Babel mengalami luka-luka. Mobil dinas yang ditumpangi Wagub Abdul Fattah juga rusak akibat insiden itu.

Terkait Kasus Sijuk, Bustami Rahman: Pemprov Tak Boleh Lemah, Hukum Harus Berdiri Tegak

Kasus Sijuk Berakhir Damai, Ini Penjelasan Praktisi Hukum

Kata Sejumlah Anggota DPRD Babel Soal Kisruh Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk yang Mengarah Damai

Bustami pun sangat menyayangkan kesepakatan damai yang terjadi dari tragedi penyerangan oleh penambang ilegal di Sijuk kepada pihak pemerintah daerah (pemda) yang dalam hal ini pihak Satpol PP Babel.

"Ya kalau ilegal lebih lagi, hukum harus ditegakkan. Ilegal kan harus diberantas. Namanya juga ilegal kok. Ini kan pemda ingin menegakkan perdanya. Bahwa sesuatu yang ilegal harus ditertibkan," terangnya.

"Itu kan (penertiban) sesuatu yang sah, dan boleh dilakukan berdasarkan hukum. Jadi mereka (Pemprov Babel) benar dalam tindakan itu," tegasnya.

Ia menilai, dari kejadian itu sebenarnya pihak kepolisian tidak perlu menerima laporan untuk menyelesaikan permasalahan itu, dikarenakan tindakan dari penambang memang sudah menyalahi aturan hukum atau ilegal.

"Itu otomatis dong, karena memang itu kan ilegal. Sesuatu yang ilegal kalau dimata hukum itu sudah seharusnya tidak boleh ada. Apalagi mereka sudah berbuat melanggar hukum dengan melakukan penyerangan," kata Bustami.

Ditanyai tanggapannya tentang penyebab semakin maraknya para penambang yang melakukan aktivitas tambang ilegal, khususnya di Babel, Bustami menilai, hal ini terjadi bisa saja karena kurang tegasnya penegakkan hukum di Bumi Serumpun Sebalai.

"Mungkin lemahnya hukum itu tadi. Jadi penegakkan hukum itu lemah, akibatnya lalu rakyat merasa kita boleh saja melakukan ini (aktivitas tambang ilegal), kalau hukum ini lemah. Kalau saya, kalau itu ilegal, kenapa diajak berdamai. Gak ada di mana-mana itu. Tidak ada itu," kata Mantan Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) ini.

"Jadi lembaga-lembaga terkait, harus menegakkan kekuasannya melalui hukum yang benar, baik dan adil. Itu titik sudah," tutupnya.

Alexander Fransiscus Minta Kapolda Tuntaskan Kasus Kericuhan Tambang TI di Desa Sijuk

Fraksi Nasdem Surati Kapolda Bangka Belitung, Segera Tuntaskan Kasus Tambang Ilegal Sijuk

Ricuh Penertiban Tambang Ilegal Sijuk Jadi Atensi Mendagri Tito Karnavian dan Soal Hutan yang Rusak

Wagub Bangka Belitung Abdul Fatah Beberkan Kronologis Kericuhan Penertiban Tambang Ilegal di Sijuk

(Bangkapos.com/Kemas Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved