VIDEO: Upacara Hari Ibu di Pemkab Bangka, Peserta Kenakan Pakaian Adat

Pemkab Bangka menggelar upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 di halaman Kantor Bupati Bangka, Senin (23/12/2019).

BANGKAPOS COM -- Pemkab Bangka menggelar upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 di halaman Kantor Bupati Bangka, Senin (23/12/2019).

Bertindak selaku pembina upacara Bupati Bangka, Mulkan, yang mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga.

Uniknya dalam upacara ini para peserta wanita mengenakan pakaian kebaya dan juga pakaian khas Bangka Belitung yakni baju kurung sementara yang pria mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga dengan tutup kepala kopiah resam, stanjak, dan destar (tutup kepala khas pahlawan nasional Depati Amir).

Usai upacara dilakukan pemotongan nasi tumpeng dan penyerahan berbagai penghargaan kepada para ibu-ibu yang berprestasi dalam berbagai perlombaan., kemudian dilanjutkan peninjauan ke stan-stan UMKM yang menjual produk khas makanan daerah juga kosmetik

Bupati Bangka Mulkan mengatakan tanpa jasa seorang ibu tidak mungkin kita dilahirkan ke dunia ini karena surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.

"Ibu yang mengandung kita selama 9 bulan 10 hari, merawat kita dari bayi hingga dewasa, menikah, berkat jasa seorang ibu. Jadi melalui Peringatan Hari Ibu ke 91 ini kita berharap kepada semua masyarakat untuk menghormati dan menyayangi ibu juga ayah," kata Mulkan usai upacara PHI ke 91.

Ditambahkannya kita yang masih memiliki orangtua harus memperhatikan mereka jangan sampai ditelantarkan.

"Katakanlah orangtua bisa memiliki 12 orang anak tetapi jangan sampai 12 orang anak itu tidak satupun yang bisa mengurusi dan memperhatikan ibu dan ayahnya. Mari kita sayangi orangtua kita karena tanpa kedua orangtua kita, kita tidak bisa lahir ke dunia dan tidak bisa menjadi orang yang berhasil dalam hidup, menjadi pejabat, presiden, gubernur, bupati, dan lainnya tanpa jasa ibu dan ayah," tukas Mulkan.

Mulkan mengatakan mengenai penggunaan pakaian adat dalam upacara PHI ke 91 ini, Mulkan menjelaskan karena masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah memiliki pakaian adat khususnya Melayu yang harus dilestarikan.

"Kami dari Pemkab Bangka kedepannya akan mengatur penggunaan pakaian adat ini mungkin tahun 2021 akan diatur setiap hari Kamis para pegawai mengenakan pakaian adat ini supaya ada ciri khas daerah kita. Sebab di daerah-daerah lain juga sudah melestarikan pakaian adat mereka," imbuhnya.

Diakuinya saat ini kita memang masih melihat momentum tertentu dalam penggunaan pakaian adat ini.

(BANGKAPOS.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved