Cekdam Ciulong Hampir Rampung, Markus: Solusi Atasi Banjir Muntok

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU)

Cekdam Ciulong Hampir Rampung, Markus: Solusi Atasi Banjir Muntok
Ist
Bupati Markus SH (kanan) didampingi Kepala Dinas PU Suharli, staf ahli Antoni Pasaribu, Asisten ekonomi dan pembangunan Rozali, Kasat Pol PP dan PB Sidarta Gautama saat meninjau pembangunan Cekdan Ciulong, Jumat pekan lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) hampir merampungkan pembangunan dam pengendali (cekdam) di Ciulong, untuk mengatasi arus banjir yang kerab terjadi di Muntok dan sekitarnya saat musim penghujan tiba.

Bupati Bangka Barat, Markus menyebut keberadaan cekdam Ciulong akan menjadi salah satu pengendali banjir bagi kota Muntok.

Bupati Markus SH didampingi pejabat OPD terkait saat memantau jembatan Ciulong, Jumat lalu.
Bupati Markus SH didampingi pejabat OPD terkait saat memantau jembatan Ciulong, Jumat lalu. (Ist)

Infrastruktur yang ada ini dapat menahan dan mengatur debit air ke sungai Ciulong yang melintasi daerah itu.

"Progres pembangunannya sudah hampir rampung, dan ditargetkan benar-benar rampung akhir Desember 2019 ini. Kalau sudah selesai, kita harapkan permasalahan banjir yang kerab melanda Muntok bisa diatasi, minimal bisa kita kurangi," jelas politisi PDI Perjuangan itu saat memantau progres pembangunan cekdam, Jumat (20/12) sore.

Markus menambahkan, hal lain yang perlu dilakukan untuk mengurangi banjir di Muntok dan sekitarnya ialah normalisasi sungai Ciulong.

"Normalisasi sungai itu bagaimanapun juga harus segera diselesaikan sehingga memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat," tandas Bupati muda dan inovatif ini.

Kepala Dinas PU Bangka Barat, Suharli menjelaskan, proyek pembangunan cekdam senilai Rp 9,6 miliar ini bersumber dari APBD 2019. Juga ada anggaran lebih kurang Rp 2,5 miliar untuk pembangunan dinding penahan tanah (talud) yang bersumber dari DABA TA 2019.

"Selain itu, pada 2020 nanti Pemprov berencana membantu lebih kurang Rp 12 miliar untuk kolong retensi sehingga banjir di Muntok terutama dari kampung Ulu dan Teluk Rubiah mudahan tidak ada lagi. Keberadaan cekdam ini kita yakini minimal meminimalisir terjadinya banjir musiman yang selama ini terjadi," jelas Suharli dikonfirmasi harian ini.

Suharli optimis, dengan dibangunnya cekdam ini otomatis sedimentasi tidak turun lagi ke jembatan karena akan berkumpul di cekdam.

Foto bersama di sela pemantauan progres pembangunan Cekdam Ciulong yang kini capai tahap finishing
Foto bersama di sela pemantauan progres pembangunan Cekdam Ciulong yang kini capai tahap finishing (Ist)

"Dengan dibangunnya cekdam ini kita berharap banjir bisa tertangani dengan lebih baik. Kita juga akan siapkan anggaran pemeliharan untuk pengerukan sedimentasi sebab jika tidak akan terjadi pendangkalan. Kita juga berharap dukungan masyarakat memberikan sedikit lahannya untuk dijadikan akses jalan menuju cekdam dan sebagai timbali balik, kita akan memberikan ganti rugi minimal menguntungkan bagi masyarakat sekitar," ujar Suharli.

Sementara Surya Mardiansyah ST, pejabat pembuat komitmen sekaligus penanggungjawab proyek menjelaskan, sedikitnya ada dua fungsi pembangunan cekdam ini.

"Pertama menahan sementara air, yang kedua menahan sedimentasi dari hulu karena aktivitas penambangan dan lainnya. Ini juga akan berpengaruh signifikan terhadap penanganan bencana banjir yang selama ini jadi permasalahan," pungkas Surya. [Humas Pemkab Bangka Barat]

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved