Jelang Kematian Ibu Tien, Soeharto Dapat Pertanda Alam Angin Kencang Awan Mendung di Pulau Tunda

Seorang pengelola restoran, Hioe Husni Wirajaya menceritakan pengalamannya saat bertemu Soeharto.

Jelang Kematian Ibu Tien, Soeharto Dapat Pertanda Alam Angin Kencang Awan Mendung di Pulau Tunda
Instagram @tututsoeharto via WartaKota
Presiden Soeharto dan Bu Tien. 

BANGKAPOS.COM, -- Wafatnya Ibu Siti Hartinah atau Tien Sooeharto masih menarik diperbincangkan.

Saat meninggal dunia pun, berbagai isu penyebab kematiannya pun merebak.

Era Orde Baru, atau kepempinan Soeharto dimulai pada menjelang berakhirnya dekade 60-an.

Sejak saat itu, Soeharto pun terus berkuasa selama 32 tahun.

Soeharto menjadi presiden seusai Soekarno turun dari jabatannya sebagai presiden yang pertama.

Saat menjadi presiden, Soeharto tentu saja bertemu dengan banyak orang.

Seorang pengelola restoran, Hioe Husni Wirajaya menceritakan pengalamannya saat bertemu Soeharto.

Termasuk saat Soeharto mengalami peristiwa yang tidak biasa menjelang wafatnya sang istri, Tien.

Kisah itu diceritakannya dalam buku berjudul "Pak Harto The Untold Stories".

Dalam buku, Hioe mengaku pernah menemani Soeharto mengunjungi Pulau Tunda, pada 26 April 1995.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved