Penumpang Ungkap Pengalaman Naik Bus Sriwijaya, Onderdil Bus Banyak Hilang Sampai Bawa Sepeda Motor

Kecelakaan tunggal Bus Sriwijaya menewaskan 35 orang, yang terdiri dari penumpang, sopir dan kernetnya.

Penumpang Ungkap Pengalaman Naik Bus Sriwijaya, Onderdil Bus Banyak Hilang Sampai Bawa Sepeda Motor
SRIPOKU.COM / WAWAN SEPTIAWAN
Foto Penampakan Bus Sriwijaya di Jurang Pagaralam Kedalaman 80 Meter, Selasa (24/12/2019). Data sementara, 27 korban meninggal dunia 

BANGKAPOS.COM  - Kecelakaan tunggal Bus Sriwijaya yang masuk jurang di liku Lematang Pagaralam, Sumatera Selatan menewaskan 35 orang, yang terdiri dari penumpang, sopir dan kernetnya.

Bus Sriwijaya Express yang berangkat dari Bengkulu ke Palembang diketahui membawa satu sepeda motor.

//

Ulul Azmi, santriwati asal Banyuasin meninggal dunia dalam kecelakaan ini.

Informasi yang diperoleh keluarga, Ulul terjepit ditimpa sepeda motor.

Paeran Pranata (49), ayah dari Ulul mengatakan, ia sering menjadi penumpang PO Bus Sriwijaya.

"Saya sering naik bus itu terakhir tahun kemaren, kalau mau ke Bengkulu transportasi yang ada cuma satu itu, kalau travel lebih mahal biayanya," ujar Paera.

Selain itu dirinya juga mengeluhkan kondisi bus yang buruk dan tidak layak jalan.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

"Jadi tahun kemarin itu saya naik dari Palembang ke Bengkulu mau nengok anak saya, di dalam bus penuh sesak, di tumpuk-tumpuk dengan karung buah alpokat,"

"Sampai ada yang menaruh motor di belakang bus," ujarnya.

Loket Bus Sriwijaya di Palembang.
Loket Bus Sriwijaya di Palembang. (IRAWAN)

Tidak sampai di situ, dirinya pun mengakui jika onderdil bus yang sering ditumpanginya banyak yang hilang.

"Waktu saya naik bus itu kemarin sampe ban nya kempes pun masih lanjut jalan, onderdil seperti baut sama per banyak juga yang hilang," kata Paeran.

Paeran mengaku dirinya menyesal tidak memperingati supir bus tentang kondisi yang tidak layak tersebut

"Ya waktu itu saya tidak kepikiran, tapi setelah ada kejadian seperti ini, saya baru menyesal," tambahnya.

Saat ini Paeran dan kelima keluarga yang menjadi korban rencananya akan mesomasi PO Sriwijaya Ekspress Putra.

Somasi akan dilayangkan tiga hari setelah urusan seluruh keluarga selesai.

Paeran Pranata, ayah A Ulul Azmi saat dijumpai di rumah duka, Desa Perajen Banyuasin, Rabu (25/12/2019).
Paeran Pranata, ayah A Ulul Azmi saat dijumpai di rumah duka, Desa Perajen Banyuasin, Rabu (25/12/2019). (Tribun Sumsel/ Novaldi)

Ditimpa Motor

A Ulul Azmi binti Paeran Pranata (15 tahun) merupakan satu di antara korban kecelakaan Bus Sriwijaya.

Ulul pada Rabu (25/12/2019), dimakamkan di TPU Prajen Dusun 1 Kelurahan Mariyana Kabupaten, Banyuasin Sumatera Selatan.

Tribunsumsel.com mendatangi keluarga korban di kediamannya di Desa Prajen Kecamatan Mariyana.

Sang ibu, Parida Ariani merasakan keganjalan atas meninggal anaknya.

Menurutnya, anaknya sewaktu bus jatuh ke jurang ketimpa motor yang dibawa oleh Bus Sriwijaya.

Penjelasan ini ia dapatkan dari seorang temen anaknya yang selamat dari kecelakaan tersebut.

"Yo dek aku masih janggal soalnya kata Aldi kawan anakku itu ada motor di dalam bus itu, jadi anak aku pas mobil jatuh motor itu turut jepit anak aku," tuturnya sedih.

Selain itu, ia makin merasakan kejanggalan itu lantaran saat melihat lengan anaknya yang patah dan lebam.

"Aku juga liat dek di lengan mbak Ulum itu patah trus lebam kaya ketimpa sesuatu ga mungkin kan anak pesantren bohong," ungkapnya.

Semua Barang Hilang

A Ulul Azmi (15 tahun), menjadi korban meninggal dalam kecelakaan Bus Sriwijaya.

Barang-barang yang dibawa Ulul tak satupun ditemukan.

Sang ibu Parida Ariani menyebutkan, uang titipan kawan-kawan anaknya sebesar Rp 2 juta untuk membeli kitab di Palembang juga hilang.

Ulul rencananya setiba di Palembang akan membeli keperluan belajar di Pesantren Darussalam Tegaraja, Kota Bengkulu.

"Iya mba Ulul itu kan sering bawain titipan belanja buku kitab kuning teman-temannya, Ulul bawa uang 2 juta, tapi ga ketemu. Kami harus ganti uang tersebut," ungkapnya dengan raut wajah sedih.

Sang ibu mengetahui putrinya membawa uang sebesar 2 juta dari sang kakak yang kerja di Pesantren Tempat ulul menimba Ilmu.

"Kami itu tau dari anak aku yang pertama kan kerja di sana, ayuknya ngomong Ulul bawa uang 2 juta rupiah untuk beli kitab titipan kawannya," tutur Ibunda.

Sang ayah, Paeran Pranata mengakui melihat catatan titipan buku tersebut saat sang kakak datang bersama Abuya Pesantren tempat Ulul menimba Ilmu.

"Tadikan abuya, kakak, ustad ustadzah sama kawan-kawannya mba ulul datang dek, jadi kami liat catatannya ada yang mau beli kitab Rp 200 ribu dan lain lain kami total semuanya Rp 2 juta rupiah," pungkasnya.

Bukan hanya uang, barang barang berupa koper dan sebagainya pun tidak ada.

Hanya perhiasan di tangan dan leher saja yang dikembalikan.

"Barang, koper, baju, dompet, ga ada yang kembali dek, cuman perhiasan yang ada di tangan sama leher tetap dikembalikan ke kami, ungkapnya, Rabu (25/12/2019).

Lima warga Desa Perajen, Kabupaten Banyuasin, Sumsel menjadi korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya di Lematang Pagaralam, Senin (23/12/2019) malam. (TS/ Novaldi/Nisa -TribunSumsel)

Orangtua Korban Tewas Laka Maut Bus Sriwijaya Ungkap Kejanggalan di Jasad Anaknya, Patah & Lebam

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Orangtua Korban Tewas Laka Maut Bus Sriwijaya Ungkap Kejanggalan di Jasad Anaknya, Patah & Lebam

 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved