Berita Bangka Barat

Penambangan Ilegal di Kawasan HP, HL dan DAS Jadi Atensi Kapolres Bangka Barat

Aktivitas penambangan timah secara ilegal menjadi sorotan Kapolres Bangka Barat AKBP M Adenan.

Penambangan Ilegal di Kawasan HP, HL dan DAS Jadi Atensi Kapolres Bangka Barat
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Pihak Polres Bangka Barat saat mengelar konfrensi pers di Kedai Kopi Keluarga (K3) Muntok, Jumat (28/12/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aktivitas penambangan timah secara ilegal menjadi sorotan Kapolres Bangka Barat AKBP M Adenan.

Khususnya di Kawasan Hutan Produksi (HP), Hutan Lindung (HL) dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Adenan prihatin melihat kerusakan kawasan yang dipicu aktivitas penambangan.

Begitu juga aktivitas penampungan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, serta penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dab IUPK.

Atensi ini disampaikan Kapolres Bangka Barat di sela-sela konfrensi pers hasil operasi Peti Menumbing 2019 di salah satu kedai kopi di Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Jumat (28/12/2019)

"Tentunya kawasan menjadi atensi kami. Namun sejak saya menjabat mana itu kawasan susah ditebak. Karena hampir semua kawasan sudah dirambah sebelum saya disini. Penampungan, pemurnian dan penjualan timah tanpa izin juga jadi atensi kami," kata Adenan.

Kapolres Babar beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka Barat,meninjau lokasi eks tambang yang dibabat para penambang liar. Salah satunya disekitar Pos 1 kaki Bukit Menumbing.
Kapolres Babar beserta Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka Barat,meninjau lokasi eks tambang yang dibabat para penambang liar. Salah satunya disekitar Pos 1 kaki Bukit Menumbing. (Ist/Polres Bangka Barat)

Amankan Tujuh Tersangka

Sepanjang operasi Peti Menumbing 2019, jajaran Pores Bangka Barat, mengamankan tujuh orang tersangka.

Dua diantaranya yakni AI dan AU masuk dalam Target Operasi (TO). Sementara lima tersangka lainnya IU, PA, DI, NA dan JU non TO.

Mereka diamankan di dua lokasi berbeda. Diantaranya Kp Tanjung Sawah Muntok dan kolong Jebu Bembang pasir kuarsa desa Teluk Limau, Kecamatan Paritiga Bangka Barat.

Para tersangka ini diamankan atas tuduhan, menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dab IUPK.

Dari tangan ke tujuh tersangka, Tim Gabungan Polres Bangka Barat, mengamankan barang bukti berupa sembilan kampil pasit timah, satu mesin air, satu mesin tanah, satu gulung selang monitor dan 1 pipa paralon.

" Tujuh orang tersangka kami amankan sepanjang 12 hari melaksanakan opersi peti. Dua TO dan lima non TO. Dari operasi itu kami menyita barang bukti sembilan kampil pasir timah dan sejumlah peralatan tambang," kata Kapolres Bangka Barat, disela konfrensi pers di Kedai Kopi Keluarga (K3) Muntok, Jumat (28/12/2019). (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved