Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Ini yang Terjadi Jika Air Keras Mengenai Kulit Manusia, Seperti Dialami Novel Baswedan

Air keras yang tak segera dibilas dengan air bersih biasanya akan menjalar serta memperparah kondisi dan menyebabkan luka permanen.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Penyidik KPK Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah menjalani pengobatan di Singapura untuk melakukan penyembuhan matanya yang disiram air keras. 

BANGKAPOS.COM - Air keras atau air api adalah zat cair yang mudah menyala seperti asam nitrat.

Dalam istilah dalam Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa Nusantara lainnya, air keras atau air api juga mengacu pada benda berupa larutan asam kuat yang cukup pekat.

Bila air keras mengenai kulit, akan timbul nyeri hebat, bahkan kulit akan mengalami luka bakar.

Contoh air keras adalah asam sulfat yang dipakai untuk aki, asam klorida untuk membersihkan permukaan logam sebelum disoldir, asam nitrat untuk menguji logam mulia, dan asam fosfat untuk membuat garam fosfat.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menghebohkan publik.

Sepak Terjang Novel Baswedan Berpangkat Komisaris Sampai Jadi Penyidik KPK

Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 saat berjalan menuju kediamannya, setelah menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah.

Dia pun  sempat menjalani operasi mata di Singapura.

Nah, setelah lebih dari 2,5 tahun, Kepolisian RI (Polri) berhasil menangkap pelakunya.

Polisi menangkap pelaku pada Kamis (26/12/2019) malam, dilansir dari Kompas.com.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved