Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Ini yang Terjadi Jika Air Keras Mengenai Kulit Manusia, Seperti Dialami Novel Baswedan

Air keras yang tak segera dibilas dengan air bersih biasanya akan menjalar serta memperparah kondisi dan menyebabkan luka permanen.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Penyidik KPK Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah menjalani pengobatan di Singapura untuk melakukan penyembuhan matanya yang disiram air keras. 

Air keras memiliki kandungan mineral yang tinggi dan lebih besar dari jumlah normal deuterium isotop hidrogen.

Seperti air hujan yang jatuh pada permukaan akuifer, maka air itu akan menyerap kalsium, mangan, mangenesium karbonat, dan mineral lain dibanding air biasa.

Pernah Dirilis Polri, Sketsa Wajah Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Samakah dengan Tersangka?

Tingkat kekerasan air ditentukan oleh jumlah kandungan air mineralnya.

Air yang kadar GPG-nya di atas 3,5 dianggap air keras.

Ketika kalsium dan magnesium karbonat bertemu, maka mereka bertukar panas.

Inilah yang menyebabkan kegagalan dalam sistem aliran panas di tubuh.

Air keras yang mengenai kulit seseorang, membuat sebagian kecil dari mineral tertinggal.

Mineral inilah yang dapat meluluhkan kelembaban dan minyak alami dari kulit dan membuat kulit menjadi kering.

Bukan hanya itu, tetapi mineral dalam air keras juga menyebabkan kulit iritasi dan memicu berbagai masalah kulit yang ekstrim.

Terutama bagi orang dengan kulit sensitif.

Lalu kandungan dalam air keras dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan kerusakan kolagen dan membuat penuaan pada kulit.

Selain akan menyebabkan kerusakan pada kulit wajah korban, para korban penyiraman air keras juga harus mengalami dampak buruk dari segi sosial dan ekonomi.

Air keras yang tak segera dibilas dengan air bersih biasanya akan menjalar serta memperparah kondisi korban sehingga bisa menyebabkan luka permanen.

Novel Baswedan Ingin Bertemu Dua Polisi yang Menyerangnya, Sebut Itu Dendam Pribadi atau Atasannya

Gangguan fungsional organ yang lain juga bisa terjadi, misalnya merembet ke pendengaran, penglihatan maupun kemampuan berbicara dan membatasi gerak tubuh korban.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved