Breaking News:

HORIZZON

Demokrasi Kita Tak Naik Kelas

Kasus Sijuk menjadi potret buram di akhir 2019. Pemerintah yang gamang dalam bersikap, kecilnya nyali menutup 2019 dengan rapor merah

Demokrasi Kita Tak Naik Kelas
Bangkapos
Bangkapos

(Catatan Akhir Tahun 2019)

KALENDER 2019 tinggal menyisakan lembaran terakhirnya dan nyaris habis. Namun sejumlah pekerjaan rumah di tahun politik tersebut masih saja menumpuk di meja kantor.

Selain itu goresan pena sejumlah pewarta, utamanya catatan tak mengenakkan sepanjang 2019 masih seperti prasasti di atas batu. Sulit untuk dihapus begitu saja hanya karena tahun berganti.

Mengawali 2020 mendatang, sejumah peristiwa penting di Bangka Belitung pada 2019 akan tetap menjadi catatan peenting dan sulit dilupakan. Apalagi jika catatan tersebut, memuat kegamangan bersikap para pengambil kebijakan.

Kasus Sijuk menjadi potret buram di akhir 2019. Pemerintah yang gamang dalam bersikap, kecilnya nyali dan juga tafsir bernegara yang kacau menutup 2019 dengan rapor merah. Muncunya hegemoni di luar pemerintah, yang menjadikan Negara harus tawar menawar dengan pelanggar undang-undang menjadikan kita tak lulus ujian.

Kita tidak naik kelas. Pergantian 2019 ke 2020 tak ubahnya pergantian tahun belaka, sementara kita tak juga bertambah dewasa.

Senada, dalam berdemokrasi kita juga menyisakan sejuta tanya. Demokrasi yang kita sepakati sebagai pilihan, namun nyatanya kita masih jauh dari substansinya. Demokrasi seperti jauh di awang-awang dan kita tengah bersusah payah meraihnya.

Mulut kita yang selalu lantang meneriakkan demokrasi, namun perilakku sama sekali tak mencerminkan sebagai democrat sejati. Sesekali, kita bahkan harus akui, pemaknaan yang sesat terhadap demokrasi membuat kita harus kembali ke belakang dan terus tertinggal.

Tafsir demokrasi yang sering kita permainkan, tak jarang membuat kita lalai akan substansi kebenaran. Kita sering menjadi terhypnotis dan dipaksa menerima sesuatu asal menggunakan label demokrasi. Padahal, kita tahu persis hal tersebut salah di alphabet berbeda yang jauh lebih substantif dibanding sekadar demokrasi.

Untuk itulah tak jarang kita melihat sebagian kecil dari kita memaksakan kebenarannya dengan mengatasnamakan demokrasi. Caranya mudah, yaitu dengan berdemonstrasi. Dengan berunjukrasa, sebagain dari kita telah dengan sukses menarasikan kebenaran yang mereka yakini.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved