Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kurangi Bahan Plastik, Disperindag Babel Ajak Pengrajin Ciptakan Plastik Kantong dari Besek

Penggunaan plastik saat ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak di beberapa daerah

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
bangkapos/edwardi
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pangkalpinang, Achmad Subekti 

BANGKAPOS.COM--Penggunaan plastik saat ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak di beberapa daerah, dengan kondisi plastik yang lama terurai, menjadi ancaman tersendiri bagi manusia dan kehidupan lainnya saat ini.

Untuk itu, dalam upaya mengurangi sampah plastik Disperindag Provinsi Bangka Belitung dengan Dekranasda telah berupaya mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

Caranya dengan terus menggiatkan industri kerajinan pembuatan kantong besek pengganti kantong plastik dan sedotan plastik digantikan dengan sedotan yang terbuat dari bambu dan daun purun.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Fasilitasi dan Akses Industri, Disperindag Provinsi Bangka Belitung, Subekti, mengatakan, Pemerintah mendorong untuk pengurangan penggunaan plastik saat ini, sehingga perlu ada benda lainya sebagai pengganti plastik tersebut.

"Gubernur Babel sangat konsen dengan pengembangan ini, terutama untuk peningkatan industri kecil dalam hal kerajinan, dimana memberikan solusi perekonomian Babel, dimana bisa penggunaan plastik untuk plastik daging, namun bisa menggunakan besek, lalu untuk penggunakan sedotan plastik, bisa menggunakan daun purun dan bambu jadi seperti itu," ungkap Subekti kepada wartawan, Minggu (29/12/2019).

Ia menegaskan, bahwa Disperindag bersama Dekranasda Provinsi Babel terus mendorong industri kecil untuk melihat peluang ini, dengan membuat kerajinan pengganti plastik yang saat ini yengah gencar dilakukan.

"Tentunya cara ini untuk meningkatkan daya saing kerajinan, meningkatkan kemampuan dalam rangka meningkatkan kualitas, harapannya kerajinan kita menjadi pioner mengganti plastik untuk kemasan itu menjadi peluang usaha dan menjadi celah untuk bisa memanfaatkanya," tukasnya.

Selain itu, ia mengatakan, banyak program lain yang dilakukan Dekranasda untuk terus mengenalkan prodak asli Bangka Belitung, terutama untuk kopiah resam dan batik cual khas Babel.

"Banyak program lain yang kami lakukan, seperti kebijakan penggunaan kopiah resam, baju batik ASN cual khas Babel yang akan digunakan dalam bekerja, ini salah satu dilakukan Pemerintah Provinsi Babel dengan Dekranasda untuk meningkatkan perekonomian dari industri kerajinan kita," ujarnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved