Demo Tambang

Inilah Lima Point Tuntutan Pendemo Saat Menggelar Aksi di DPRD Babel

Rumah bagi makhluk hidup di laut hancur, termasuk masyarakat di pesisir yang mencari nafkah di Laut Babel.

Inilah Lima Point Tuntutan Pendemo Saat Menggelar Aksi di DPRD Babel
Bangkapos/Ramandha
Suasana audiensi yang digelar DPRD Babel menanggapi aksi damai Masyarakat Nelayan Babel dan para Mahasiswa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Massa aksi penolakan atas diterapkannya peraturan daerah (perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), Senin (30/12/2019) siang, akhirnya dipersilahkan masuk ke Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Babel.

Aksi yang diikuti sejumlah masyarakat nelayan dan mahasiswa dari beberapa wilayah di Babel ini sempat memanas, dikarenakan pihak DPRD Babel yang tidak kunjung menghampiri mereka.

Gesik, Walhi Babel. menilai perda tersebut tidak melindungi ruang hidup alam dan masyarakat di wilayah pesisir. Menurutnya, tambang laut sudah membuat banyak konflik di wilayah Babel.

Ruang hidup terumbu karang hancur. Rumah bagi makhluk hidup di laut hancur, termasuk masyarakat di pesisir yang mencari nafkah di Laut Babel.

"Ini berbanding terbalik dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Provinsi Bangka Belitung yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dengan potensi perikanan tangkap mencapai 1.059.000 ton per tahun," jelasnya ketika melakukan paparan terkait aksi.

Hal tersebut juga menjadi suatu yang sangat tidak mencerminkan keinginan pemerintah tentang 'Gemar Makan Ikan' bagi masyarakatnya.

Gesik bersama masyarakat nelayan lainnya yang mengatasnamakan Persatuan Nelayan dan Masyarakat Pesisir Kepulauan Babel juga menyampaikan beberapa tuntuntan ke DPRD Babel.

Satu diantara tuntutan tersebut, pertama keinginan mereka menolak aktivitas tambang laut dan kedua yakni, zona tangkap nelayan yang harus zero tambang.

"Kami mohon anggota dewan terhormat nantinya menandatangi kesepakatan ini bersama bapak wakil gubernur. Mohon tolongnya bapak-bapak sekalian memperhatikan nasib para nelayan kecil," ungkapnya.

Berikut 5 tuntutan masyarakat nelayan kepada para Anggota DPRD Babel hari ini :

1. Tolak tambang laut
2. Zona tangkap nelayan zero tambang
3. Penegakkan hukum terhadap ilegal mining, Trawl dan Compreng di Perairan Laut Babel
4. Selamatkan ekosistem pesisir dan kawasan wisata wilayah kelola rakyat pesisir
5. Tinjau ulang pemberian izin tambak udang di kawasan pesisir dan mangrove

Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved