Breaking News:

Demo Tambang

Juliadi Rela Mati Pertahankan Wilayah Tangkap Nelayan, Wagub Sebut RZWP3K Masih Dibahas Kementerian

Juliadi mengatakan dirinya rela mempertaruhkan harga dirinya bahkan nyawanya demi memperjuangkan wilayah tangkap nelayan.

Bangkapos.com /Riki Pratama.
Masyarakat Nelayan dan Mahasiswa berdiskusi panjang, didalam ruang Rapat Paripurna kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung,Senin (30/12/2019) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Masyarakat nelayan dan mahasiswa berdiskusi panjang di dalam ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (30/12/2019) siang.

Diskusi panjang tersebut membahas terkait aksi unjuk rasa masyarakat yang menolak zona tambang masuk dalam Raperda RZWP3K.

Setiap perwakilan nelayan dari berbagai daerah, diberikan kesempatan menyampaikan keluh kesahnya, di hadapan para anggota DPRD Babel.

Seperti yang disampaikan, perwakilan nelayan asal Matras, Juliadi,

Ia menyampaikan keluh kesahnya dihadapan Anggota DPRD dan Wakil Gubernur Bangka Belitung  Abdul Fattah yang hadir di hadapan massa unjuk rasa.

Juliadi mengatakan dirinya rela mempertaruhkan harga dirinya bahkan nyawanya demi memperjuangkan wilayah tangkap nelayan. 

"Anak-anak kami masa depannya akan hancur, belasan tahun saya tidak pernah nangis dan di sini saya mempertaruhkan harga diri saya,"kata Ali sapaan akrabnya, sambil mengusap mata, menahan tangis menyampaikan keluhanya.

Ia menambahkan, selama ini masyarakat sudah menghormati segala pihak. Namun tidak bisa tertahan apabila suara mereka tak lagi didengarkan.

"Masyarakat kami diadu domba, kami seolah ditujukan untuk dikriminasikan, kami siap mati dan dipenjarakan, terkait ruang tangkap kami diobrak-abrik. Kami belum puas selama masih ada zona tambang di situ, hapus zona tambang di Matras sampai Pesaren, kami sudah pakai cara baik-baik, tanpa anarkistis, kami menghormati hukum, kami sudah kedua kali duduk di DPRD ini, membahas RZWP3K, kami tidak pernah dilibatkan sama sekali, nelayan mana dilibatkan,"tegasnya

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi, yang menyambut para pedemo, di dampingi anggota lainya, mengatakan draft final RZWP3K masih di Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved