Berita Pangkalpinang

Jurnalis Bangka Pos Alza Munzi Hipni Terima Penghargaan Hijau Awards 2019

David juga mengucapkan terimakasih kepada Jurnalis Bangka Pos, Alza Munzi Hipni yang sangat peduli mengenai pemberitaan tentang lingkungan.

Jurnalis Bangka Pos Alza Munzi Hipni Terima Penghargaan Hijau Awards 2019
(bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Saat pemberian Penghargaan Hijau Awards 2019 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jurnalis Bangka Pos, Alza Munzi Hipni menerima penghargaan Hijau Awards 2019 di Aula RRI Sungailiat Bangka Belitung.

"Merasa bangga, bersama kita membangun Bangka Belitung dengan peduli lingkungan. Hal yang paling sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya," ujar Alza setelah menerima penghargaan Hijau Awards 2019, Senin (30/12/2019).

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Wakil Gubernur Abdul Fatah, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistiono, Kepala LPP RRI Sungailiat Bangka Belitung, dan petugas Kebersihan Kelurahan Selindung Pangkalpinang Muhammad Sahrial.

Penghargaan ini diberikan Yayasan Hijauku Bangka Belitung bekerjasama dengan RRI Sungailiat untuk masyarakat, pejabat, dan lembaga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Yayasan Hijauku Bangka Belitung David mengatakan penghargaan Hijau Awards diberikan untuk ke lima kalinya.

"Kita ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang mendapatkan penghargaan ini. Kami juga terimakasih kepada RRI telah memberikan fasilitas selama ini," kata David dalam sambutannya.

David juga mengucapkan terimakasih kepada Jurnalis Bangka Pos, Alza Munzi Hipni yang sangat peduli mengenai pemberitaan tentang lingkungan.

Kadishut (Kepala Dinas Kehutanan) Kepulauan Bangka Belitung Marwan mewakili Gubernur Kepulaun Bangka Belitung hadir dalam kesempataan ini.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada penggiat lingkungan dan pelestarian hutan dapat mengantisipasi kepunahan. Sebagai upaya meningkatkan kembali kepedulian lingkungan, khususnya perlindungan terhadap lingkungan dan satwa liar. Maka bekenaan hal tersebut mari kita menjaga lingkungan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing," kata Marwan.

Ia menambahkan jumlah kawasan hutan sebesar 657 ribu hektar, sedangkan hutan yang rusak sekitar 200 ribu hektar atau sepertiga hutan dikawasan Babel sudah mulai kritis.

"Bagaimana menyelamatkan dan mengembalikan hutan yang kritis, tidak lain dengan penanaman kembali dan peduli akan lingkungan,"tutur Marwan. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved