Demo Tambang

Nelayan Semakin Terjepit, Laut Semakin Rusak Cari Rejeki Semakin Sulit

Mereka menolak kerusakan lingkungan di tempat mereka bekerja dan berharap mendapatkan hak untuk dilindungi.

Nelayan Semakin Terjepit, Laut Semakin Rusak Cari Rejeki Semakin Sulit
Bangkapos/Widodo
Suasana demo di depan Gedung DPRD Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masyarakat nelayan dan mahasiwa menyampaikan orasi-orasi mereka kepada para pemerintah di Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (30/12/2019).

Dalam menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah, mereka mempunyai slogan untuk mengawali demo.

"Satu komando, satu perjuangan nelayan bersatu, tak bisa dikalahkan," kata mahasiwa sambil dikuti para masyarakat.

Aspirasi yang terdiri dari beberpa kelompok nelayan dari berbagai daerah yaitu dari nelayan Pangkalniur, Taboali, Matras, Beriga dan Penagan.

"Janji manis ketika berkampanye, tapi sekarang tidak ada buktinya," jelas salah satu nelayan Toboali.

"Jangan adu domba Kami, pemerintah memberikan izin kepada mereka, dengarkanlah para dewan kami, jangan bersembunyi," tambahnya.

* Posisi Nelayan Terjepit
Dalam aspirasi tersebut perwakilan nelayan Beriga menyebutkan beberpa kali aspirasi mereka tidak didengarkan oleh pemerintah.

Karang taruna batu beriga menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD.

"Kami menolak tambang ilegal karena nelayan mata pencarian kami, tempat kami rusak karena tambang," ujar salah satu perwakilan Karang taruna.

Nelayan Matras juga menyampaikan apa yang mereka rasakan saat ini.

Halaman
12
Penulis: Widodo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved