Kriminalitas

Jalani Sidang Curanmor Korban Rugi Rp 7 Juta, JPU Hadirkan Lima Saksi

Sidang terdakwa Muhammad Haris dengan kasus tindak pidana pencurian kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang

Jalani Sidang Curanmor Korban Rugi Rp 7 Juta, JPU Hadirkan Lima Saksi
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana persidangan saat para saksi memberikan keterangan terkait terdakwa Muhammad Haris di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (31/12/2019). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sidang terdakwa Muhammad Haris dengan kasus tindak pidana pencurian kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (31/12/2019).

Pada sidang kali ini merupakan agenda sidang pertama, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyiapkan lima saksi untuk memberikan keterangan dihadapan majelis hakim.

Lima orang yang dihadirkan JPU yaitu Suwondo, Suhardianto, Dimas, Bagas dan saksi Angga. Dalam kasus ini Suwondo merupakan saksi sekaligus korban, usai satu unit Vespa Super 150 cc miliknya dicuri oleh terdakwa.

Saksi Suwondo dalam keterangannya mengatakan, mengetahui motor miliknya hilang pada saat jam istirahat sekolah.

"Kejadian di samping parkir THB (sekolah korban--red) waktu jam sekolah. Tahu motor hilang jam pas jam istirahat. Dapet info dari mulut ke mulut motor itu diambil sama orang Mesu. Setelah saya minta tolong ke polisi, baru dilakukan penangkapan. Sebelumnya dia itu ganti warna, dan yang ngasih tahu itu yang ganti warna itu," ungkap Suwondo.

Selain itu teman satu sekolah Suwondo, yaitu saksi Bagas dan Dimas mengungkapkan, sempat mengetahui saat terdakwa melakukan tindak pidana pencurian.

"Satu kelas dengan terdakwa, dia coba dorong dulu. Kami gak bilang karena kami takut. Ngumpul-ngumpul gitu dia (terdakwa) gak bilang mau ngambil motor, waktu ngambil motor sempat kami kejar tapi gak dapet," jelas Dimas.

Lebih lanjut saksi lain yaitu Suhardianto, dijadikan saksi usai terdakwa sempat berusaha menjual motor hasil curian kepada saksi Suhardianto.

"Terdakwa datang ke rumah ke rumah saya sama Angga tiga kali, mereka dateng dalam vespa keadaan mati. Dia perlu duit, ku kasih Rp 3 juta, terus dia tinggal dalam keadaan mogok. Setelah itu dua minggu kemudian dia datang menjem duit lagi buat kebutuhan hidup. Sempat mau jual tapi gak mau karena surat-surat gak ada," ungkap Suhardianto.

Hal yang sama dikatakan saksi Angga kepada majelis hakim. Saksi bersama terdakwa datang kerumah saksi Suhardianto dengan tujuan awal menjual motor hasil curian.

"Terdakwa dateng kesaya, saya juga dulunya punya Vespa terus dia bilang motor ini mau dijual. Lalu motor itu kan gak laku-laku, nah waktu mogok dia nelpon saya, setelah itu ngobrol-ngobrol mau jual ke mas Suhardianto. Saat itu mau kami jual tapi Suhardianto gak mau karena gak ada surat-suratnya," tutur Angga.

Sementara itu kejadian bermula pada Sabtu (10/11/2019) pukul 09.00 di samping SMA Tunas Harapan Bangsa Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Terdakwa yang melihat Vespa milik korban diparkiran, nekat melakukan tindak pidana pencurian. Bahkan terdakwa mengganti warna motor dari warna biru, berubah menjadi warna merah serta mengganti nomor polisi kendaraan tersebut.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Suwondo harus mengalami kerugian hingga Rp 7 juta atas hilangnya motor Vespa Super 150 cc.

Usai mendengar keterangan para saksi, majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar Dharma Putra menutup persidangan dan melanjutkan pada Selasa (07/01/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved