Berita Pangkalpinang

Masalah Dualisme Selesai, Algafry Minta BP3L Mulai Bekerja Benahi Lada Babel

Setelah perdamaian ini selesai, ia mengharapkan BP3L segera bekerja untuk meningkatkan harga dan produksi lada di Bangka Belitung nantinya

Masalah Dualisme Selesai, Algafry Minta BP3L Mulai Bekerja Benahi Lada Babel
Bangkapos/Riki Pratama
Wakil Ketua Komisi I anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Algafry Rahman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Persoalan dualisme kepemimpinan Badan Pengelola, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Provinsi Babel yang berakhir dengan perdamaian diapresiasi oleh Wakil Ketua Komisi I anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Algafry Rahman.

Menurutnya, inilah yang diharapkan oleh pihak DPRD Provinsi Bangka Belitung, dengan BP3L yang saat ini telah bersatu.

Setelah perdamaian ini selesai, ia mengharapkan BP3L segera bekerja untuk meningkatkan harga dan produksi lada di Bangka Belitung nantinya, agar bisa menjadi idola dunia.

"Alhamdulilah konsep hidup ini kan sebenarnya sederhana, masalah yang besar dikecilkan, yang kecil ditiadakan. Begitu, tentunya dengan telah bersatu ini kita berharap segala persoalan mengedepankan musyawarah mufakat pasti akan selesai, selama itu tidak melanggar koridor aturannya,"ungkap Algafry Rahman kepada wartawan, Selasa (31/12/2019).

Ia menambahkan dengan pimpinan BP3L lama Zainal dan pimpinan BP3L baru Zaidan telah bersatu, untuk selanjutnya duduk bersama memikirkan kondisi lada Bangka Belitung yang saat ini sedang kalah dengan negara lain seperti Vietnam.

"Pimpinan Zainal dan Zaidan sama-sama duduk membahas temunya mari bersama-sama membangun BP3L dengan merombak semuanya kita susun dan benah, mudah-mudahan kedepan lada Bangka Mentok White Paper menjadi idola dunia,"tegasnya

Selanjutnya, tugas BP3L kata Algafry, mendongkrak untuk bisa meningkatkan pembinaan petani dan harga lada petani di Bangka Belitung.

"Mereka ini sebagai barometer kemajuan lada ada di mereka juga selain kebijakan menentukan ekspor, impor mereka juga melakukan pembinaan seperti meremajakan area lahan mengembangkan lada, termasuk harga bagaimana lada menjadi idola dunia kedepan, bukan hanya vietnam merajai tetapi kita kembali, tugas kedepan itu saya rasa,"kata politisi Gokar ini.

Ia menegaskan, masih ada berberapa wilayah seperti di Desa Cambai Kabupaten Bangka Tengah, yang masuk dalam lahan percontohan BP3L kondisinya kurang memuaskan, semoga hal tersebut bisa diperbaiki kedepanya.

"Mari kedepan duduk bersama memperbaiki dan mengembangkan lada menjadi idola pujaan dunia, bukan hanya Vietnam yang sekarang mengatur tetapi kita ingin melebihi, suruh Vietnam belajar lagi ke kita,"harapnya

Dimana sebelumnya, persoalan yang terjadi, ada dualisme kepengurusan BP3L terbentuk tahun 2009 diketuai Zainal, berdasarkan SK Gubernur, dan saat ini juga telah terbentuk pula BP3L berdasarkan SK Gubernur tahun 2019 diketuai oleh Zaidan, hal tersebutlah yang dikeluhkan oleh anggota DPRD Provinsi Babel, karena bisa menghambat kemajuan Lada di Babel (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved