Berita Bangka Tengah

Putusan Terberat di PN Koba Selama 2019 adalah Pidana Penjara 13 Tahun, Terkait Kasus Narkoba

Barang buktinya hampir 800 gram lebih, dan penangkapannya di daerah Kecamatan Pangkalan Baru, dan perkara tersebut inkrah di pengadilan negeri

Putusan Terberat di PN Koba Selama 2019 adalah Pidana Penjara 13 Tahun, Terkait Kasus Narkoba
bangkapos.com / Muhammad Rizki
Konfrensi pers terkait data yang masuk ke persidangan di Pengadilan Negeri Koba tahun 2019 di Ruang Sidang Garuda, Jumat (3/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Koba Yusbet Hariri mengatakan putusan hukum terberat yang pernah diputus di PN Koba selama 2019 adalah terkait kasus penyalahgunaan narkotika.

Putusan kasus tersebut adalah pidana penjara 13 tahun.

Demikian disampaikan Yusbet saat konfrensi pers terkait data yang masuk ke persidangan di Pengadilan Negeri Koba sepanjang 2019 di Ruang Sidang Garuda, Jumat (3/1/2020), 

"Putusan tertinggi adalah narkoba, kasus itu diputus 13 tahun ," ujar Yusbet, Jumat (3/1/2020)

Ia melanjutkan putusan tersebut didasarkan pada persidangan.

Terdakwa terbukti menguasai barang bukti, dalam artian barang tersebut memang bukan miliknya namun pada saat penangkapan barang haram tersebut di bawah penguasaannya.

"Barang buktinya hampir 800 gram lebih, dan penangkapannya di daerah Kecamatan Pangkalan Baru, dan perkara tersebut inkrah di pengadilan negeri," pungkasnya.

Sidang 15 Perkara pada 2019 Akan Dilanjutkan Pada 2020

Selain itu, pada konfrensi pers tersebut juga disampaikan, pada 2019 ada total 143 perkara yang masuk di Pengadilan Negeri Koba Kelas II. Jumlah tersebut masih ditambah dengan perkara sisa tahun 2018 sebanyak 22 berkas perkara.

Dari perkara yang masuk tersebut, PN Koba telah memutus sebanyak 150 perkara. Sehingga perkara 2019 yang masih berjalan hingga tahun 2020 ini sebanyak 15 perkara.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Pengadilan Negeri Koba Subronto, dalam konfrensi pers yang digelarnya pada hari Jumat (3/1/2020) di Ruang Sidang Garuda.

"Jadi tunggakan 15 perkara di tahun 2019 dikarenakan tidak semua perkara masuk di awal atau pertengahan, dan 15 perkara ini masuk di akhir tahun," ujar Subronto, Jumat (3/1)

Proses ke 15 perkara tersebut saat ini masih dalam masa pembuktian. Subronto mengatakan pihaknya memiliki  SOP penanganan perkara. 

Diaakan mengupayakan penanganan perkara ini tidak sampai tiga bulan. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved