Berita Pangkalpinang
Ternyata Rokok Kretek Sumbang Inflasi Lebih Besar Daripada Rokok Putih, Ini Penjelasan BPS
Taufik Kepala Bidang Statistik Distribusi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan berdasarkan data survey yang telah dilakuakan rokok kretek
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA- Berdasarkan data survey Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember tahun 2019 lalu harga rokok sebenarnya sudah mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga ini sedikitnya juga menyumbangkan inflasi di Bangka Belitung.
Taufik Kepala Bidang Statistik Distribusi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan berdasarkan data survey yang telah dilakuakan rokok kretek filter dan rokok putih sama-sama mengalami kenaikan harga.
"Rokok kretek filter dengan persentasi perubahan harga sebesar 1,18 persen dan menyumbangkan inflasi sebesar 0,45 persen. Rokok putih dengan perubahan harga 2,70 persen, dan menyumbangkan inflasi 0,35 persen, itu untuk wilayah Pangkalpinang saja," ungkapnya saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (03/01/2020)
Dia mengatakan, data tersebut sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu survey biaya hidup yang mencatat seluruh pengeluaran rumah tangga, sehingga bisa dipilih paket komoditas sebagai dasar penghitung inflasi.
"Yang paling dominan dikonsumsi oleh masyarakat itu dua rokok itu, yang sudah kita kelompokkan menjadi rokok kretek filter dan rokok putih, itu berdasarkan pantauan yang sudah kita catat, tidak hanya satu merek tapi itu sudah kita gabungkan," ujarnya
Menurutnya, berdasarkan survey harga dipasaran kenaikan harga rokok tesebut memang dilakukan secara bertahap, tidak begitu signifikan. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rokok-filter.jpg)