Berita Sungailiat

Demi Pangkas Biaya Rokok Rp 2,4 Juta Per Bulan, Pria Ini Beralih Pilih Rokok Elektrik

Dovy Hernanda, satu diantara perokok aktif asal Kota Sungailiat, juga merasakan hal yang sama.

Demi Pangkas Biaya Rokok Rp 2,4 Juta Per Bulan, Pria Ini Beralih Pilih Rokok Elektrik
Bangkapos.com/Kemas Ramadha
Dovy Hernanda kini beralih ke rokok elektrik dikarenakan harga rokok semakin tinggi 

Demi Pangkas Biaya Rokok Rp 2,4 Juta Per Bulan, Pria Ini Beralih Pilih Rokok Elektrik

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Naiknya harga rokok baru-baru ini, setidaknya membuat para perokok berpikir keras untuk menyiapkan strategi agar dapat terus menikmati asap tembakau tersebut.

Dovy Hernanda, satu diantara perokok aktif asal Kota Sungailiat, juga merasakan hal yang sama.

Kepada Bangkapos.com, dia menceritakan tentang kebiasaan merokoknya saat ini semakin berkurang. Hal tersebut dilakukannya karena harga rokok yang selama ini dikonsumsi saat ini mengalami kenaikan.

"Sekarang sudah berkurang. Biasanya dalam sehari saya hisap dua sampai tiga bungkus rokok. Makanya sekarang saya sudah mulai berpikir untuk mengurangi rokok," jelasnya kepada Bangkapos.com, Minggu (5/1/2020).

Dia mengatakan, bila diakumulasikan, biaya konsumsi rokok Dovy perhari mencapai Rp 81.000 dan bila dikalikan dalam sebulan, Ia dapat menghabiskan biaya sebesar Rp 2,4 Juta, hanya untuk mengkonsumsi rokok. Karena harga rokok yang dikonsumsi owner Terash Mini Caffe Sungailiat ini seharga Rp 27.000 perbungkus.

"Jelas biayanya berkurang dari sebelumnya saya terus konsumsi rokok. Sampai sekarang saya masih juga konsumsi, tapi sudah berkurang. Satu bungkus bisa tiga hari," ungkapnya.

Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok.
Tren rokok elektrik saat ini mulai menjadi gaya hidup baru dan menjadi alternatif bagi para perokok. (kompas.com)

Ia pun saat ini sudah beralih ke rokok elektrik, demi mengurangi biaya serta kebiasaanya merokok. Dovy menuturkan, biaya awal dirinya beralih ke rokok elektrik menghabiskan biaya sebesar Rp 275.000.

Sementara itu, untuk isi ulang (Liquid), Dovy hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 75.000 perbotol dalam dua minggu penggunaan rokok elektrik jenis pod.

"Jelas ini (biaya pod), jauh berbeda dengan rokok. Makanya saya sekarang kalau bisa tetap berusaha mengurangi dan kalau bisa berhenti merokok," ucapnya.

"Mudah-mudahan bisa lah. Istri juga memang dari dulu risih dengan kebiasaan merokok saya. Semoga dengan berhenti merokok setidaknya biaya hidup sedikit berkurang," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Kemas Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved