Razia Tambang

BREAKING NEWS Bupati Minta Penambang Ilegal di Eks Komplek PT Koba Tin Diminta Segera Angkat Kaki

Setibanya di lokasi para penambang langsung dikumpulkan untuk diberikan arahan oleh Bupati dan Kapolres Bangka Tengah.

BREAKING NEWS Bupati Minta Penambang Ilegal di Eks Komplek PT Koba Tin Diminta Segera Angkat Kaki
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh saat memberikan arahan kepada penambang ilegal di komplek eks PT Koba Tin, Senin (6/1/2020) 

Bupati Bangka Tengah Minta Penambang Ilegal di Eks Komplek PT Koba Tin Diminta Segera Angkat Kaki

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bupati Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh yang didampingi oleh wakilnya Yulianto Satin dan Kapolres Bateng AKBP Slamet Ady Purnomo, Senin (6/1/2020) mendatangi para penambang ilegal di Komplek eks PT Koba Tin.

Setibanya di lokasi para penambang langsung dikumpulkan untuk diberikan arahan oleh Bupati dan Kapolres Bangka Tengah.

Di awal arahannya Ibnu langsung menanyakan kepada para penambang, apakah lokasi tersebut punya orang atau punya mereka.

"Ini punya orang atau punya kalian ? Kalau punya orang, ada tidak sanksinya kalau mengambil punya orang ? Kalau ada orang datang ke rumah kita, terus mengambil barang kita, kita sebut orang itu apa ? Kita sebut maling," tegas Ibnu, Senin (6/1) kepada para penambang.

Breaking News: Razia Tambang Ilegal, 4 Ponton Dibawa Tim Gabungan Polres Pangkalpinang

Para penambang pun mengakui, jika apa yang mereka lakukan termasuk perbuatan mencuri, dikarenakan mereka mengambil sesuatu yang merupakan milik orang lain.

Mendapat jawaban dari para penambang, Ibnu mengimbau kepada para penambang untuk saat itu juga angkat kaki dari lokasi tersebut, dan segera pulang menuju kampung masing-masing.

Ibnu juga menegaskan, jika para penambang ilegal ini masih saja membandel, maka ia akan menindak tegas dengan memberikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

.

Selain itu ia juga mengatakan menerima laporan dari masyarakat Padang Mulya dikarenakan para penambang ini sering memarkirkan motornya di dekat rumah warga, dan suara bising knalpot motor para penambang membuat masyarakat terganggu.

"Mulai hari ini, angkat lah kaki dari sini, pulang lah ke kampung masing-masing, cari rezeki di tempat lain, yakin Allah akan memberikan rezeki di tempat lain," imbau Ibnu. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved