Ciri-ciri Mobil Terendam Banjir, Cek Sebelum Membeli Jangan Tertipu Harga Murah

Apalagi jika tiba-tiba di tengah banjir mesin mobil tersebut mati. Otomatis, sudah tidak bisa distarter lagi, karena kalau dipaksa potensi kerusakan..

Ciri-ciri Mobil Terendam Banjir, Cek Sebelum Membeli Jangan Tertipu Harga Murah
(TMC Polda Metro Jaya)
Pemukiman warga di Pondok Gede, Jakarta Timur, terendam banjir, Rabu, 1 Januari 2020 

BANGKAPOS.COM-Saat memasuki musim hujan dan banjir seperti sekarang ini, ada baiknya jika Anda mempunyai rencana membeli mobil bekas harus ekstra hati-hati. Sebab, jika tidak bisa mendapatkan unit kurang bagus atau bekas terendam banjir.

Terkadang pengendara mobil suka nekat menerobos banjir. Padahal jika kedalaman genangan air cukup dalam, bisa merugikan diri sendiri, karena banyak komponen rusak.

Apalagi jika tiba-tiba di tengah banjir mesin mobil tersebut mati. Otomatis, sudah tidak bisa distarter lagi, karena kalau dipaksa potensi kerusakan semakin besar.

Jika air sudah masuk ruang mesin, komponen rusak itu sudah pasti ke perangkat kelistrikan, bahkan dapat merusak Electric Control Unit (ECU). Paling fatal, air masuk ke ruang bakar melalui saringan udara dan menyebabkan mesin rusak berat (water hammer).

Maka perlu ketelitian sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas. Paling tidak, lakukan pengecekan lebih detail agar mendapatkan mobil yang sehat. Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88 pernah mengatakan, meski sudah pernah dibawa ke salon untuk disamarkan, masih ada celah yang sering dilupakan dan bisa menjadi alat bukti calon konsumen bahwa mobil itu sudah pernah terendam banjir.

"Jadi konsumen masih punya celah untuk mengetahui apakah mobil tersebut sudah pernah kebanjiran atau belum," ucap Fischer beberapa waktu lalu kepada KOMPAS.com.
Fischer menjelaskan, untuk daerah mesin dan kerapihan interior sepintas bisa diakali. Misalnya noda lumpur dan pasir di karpet, hingga bau yang kurang sedap.
Namun ada poin yang banyak orang melewatkan.

Berikut poin-poin penting untuk mengecek lebih detail:

1. Cek Celah Rem Tangan Lapisan karet yang menutup gagang rem tangan coba dibuka. Jika material besi di dalamnya (tampak gerigi) sudah ada unsur tanah kecokelatan bahkan karatan, bisa jadi mobil sudah pernah terendam.

2. Cek Pangkal Pedal-Pedal Melongok ke bawah, dan periksa lebih detail pedal rem, gas, atau kopling. Jika ujungnya sudah karatan, juga berarti sudah pernah basah atau kebanjiran.

3. Cek Bawah Jok Ini biasanya luput dari pantauan salon. Cukup dicolek dengan tangan material besinya, jika ada tanah menempel, dipastikan sudah pernah terendam. ”Kalau bagian ini memang sudah banyak diakali. Biasanya ketika disalon, jok dicopot agar lebih detail,” ungkap Fischer.

4. Cek STNK STNK bisa jadi acuan walaupun tidak sepenuhnya benar. Sebab bisa jadi mobil terendam banjir bukan di rumah, tapi di kantor yang letaknya jauh dari rumah.

Nah bagi Anda yang memang dalam waktu dekat cukup mendesak untuk pembelian mobil maka mulai dari sekarang agar berhati-hati dalam membelinya. Paling tidak ikuti tips cara di atas agar tidak menyesal dikemudian hari.

Hati-hati dapat kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tetapi belakangan buang uang untuk reparasi.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved