Berita Pangkalpinang

Iuran BPJS Naik, Warga Ramai-Ramai Turun Kelas, Ini Alasannya

Kebanyakan warga mengurus agar bisa turun kelas. Pasalnya pada Tahun 2020 ini pemerintah mulai memberlakukan kenaikan iuran BPJS kesehatan.

Iuran BPJS Naik, Warga Ramai-Ramai Turun Kelas, Ini Alasannya
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Suasana antrian di Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan, Selasa (7/1/2020) beberapa diantaranya masyarakat yang sedang mengurus turun kelas JKN KIS 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Banyak warga yang datang ke Kantor Cabang Pangkalpinang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Selasa (7/1/2019) untuk mengurus kepersertaan BPJS.

Kebanyakan warga mengurus agar bisa turun kelas. Pasalnya pada Tahun 2020 ini pemerintah mulai memberlakukan kenaikan iuran BPJS kesehatan.

Seperti diungkap Devi warga Pangkalpinang. ibu satu anak ini sengaja datang ke Kantor Cabang Pangkalpinang BPJS Kesehatan, untuk mengurus kepesertaannya agar bisa turun kelas.

Bermodal fotocopy KK (Kartu Keluarga), KTP, no rekening, dan formulir pendaftaran turun kelas yang ia bawa dari rumah.

Warga Selindung ini juga mengaku lumayan berat dengan kenaikan harga atau penyesuaian iuran JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat) yang berlaku per 1 Januari 2020 ini.

Berikut kenaikan iuran peserta Bukan Penerima Upah (Mandiri) BPJS Kesehatan meliputi kelas I dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa, dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa

"Lumayan berat, walaupun bukan saya yang cari uang tapi menimbang banyaknya keperluan yang dikeluarkan. Kami ada 3 tanggungan dan berada di kelas II mau ngurus turun ke kelas III saja" ujar Devi saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (7/1/2020).

Ia menambahkan, sudah lama terdaftar menjadi kepesertaan JKN KIS dan mengaku jarang menggunakannya.

"Sebenarnya jarang menggunakan, pernah sekali pas melahirkan anak saya saja. Kalau bisa ya harapannya turun lagi iurannya, bila pun tidak maka pelayanan nanti harus lebih baik," tutur Devi.

Hal senada juga diungkapkan Yaya, warga Pangkalpinang yang awalnya, kepesertaan JKN KIS pada kelas II kini juga memutuskan untuk turun ke kelas III.

"Iya ini lagi ngurus turun kelas, berat soalnya kelas II kami ada orang 4 tanggungannya harus bayar Rp 440.000, kalau dulu hanya Rp 204.000," ujar Yaya saat sedang mengantri.

Ibu rumah tangga ini mengaku suami kerja semberaut, sehingga kenaikan iuran cukup membuatnya resah.

"Sebenarnya jarang gunakan malah tidak pernah tapi ya untuk jaga-jaga saja. Harapan sih turun lagi iurannya, " harap Yaya. (Bangkapos.com /Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved