Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gelandangan 'Main Kucing-Kucingan' saat Patroli dengan Petugas Dinsos Kota Pangkalpinang

Riza Setiawati mengungkapkan pengemis atau gelandangan kadang sering main kucing-kucingan dengan petugas Dinas Sosial (Dinsos) saat sedang patroli

bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Bidang Rehabilitas Sosial (Rehsos) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Riza Setiawati 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Bidang Rehabilitas Sosial (Rehsos) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Riza Setiawati mengungkapkan pengemis atau gelandangan kadang sering main kucing-kucingan dengan petugas Dinas Sosial (Dinsos) di lapangan saat sedang patroli.

"Kita dalam sebulan selalu melakukan dua kali patroli untuk menangani gelandangan, pengemis dan anak jalanan. Tapi kesulitan kita dilapangan itu, mereka sudah tau mobil kita bahkan sudah tau juga petugas kita. Jadi mereka kabur, kucing-kucingan kemudian sembunyi," jelas Riza saat dikonfrimasi bangkapos.com, Rabu (8/1/2020).

Hal tersebut yang menjadi kendala dinas sosial untuk melakukan perlindungan sesuai dengan Perwako (Peraturan Walikota) Pangkalpinang dalam menganyomi dan memberikan pengertian kepada gelandangan, pengemis dan anak jalanan.

Upaya yang dilakukan dinas sosial pun bila ada orang yang terjaring dalam patroli, akan dibawa ke penampungan sementara atau Rumah Sosial Perlindungan (RSP) di Pasir Garam, Pangkalpinang.

"Nanti kita tindaklanjuti, mereka tersebut baik anak terlantar maupun gelandangan kita identifikasi, penyebab bisa seperti itu, baru kemudian kita beri penanganan dikembalikan ke orangtua, atau dirujuk kemana sesuai dengan kondisi mereka," jelasnya.

Upaya dinas sosial saat menangani orang-orang tersebut di Rumah Perlindungan Sosial minimal 3 hari dan maksimal 7 hari harus segera diselesaikan.

40 Gelandangan, Anak Terlantar, Lansia Terlantar, dan ODGJ

Berdasarkan data Rumah Sosial Perlindungan (RSP) ada 40 orang yang terjaring dan ditangani dalam kasus anak terlantar, lansia terlantar, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selama Januari- Desember 2019.

Bila dibandingkan tahun 2018 berjumlah sekitar 58 orang, hal ini dianggap menurun akan tetapi faktor sembunyi-sembunyi mereka terhadap petugas dinas sosial bisa menjadi faktor penyebabnya.

"40 tadi itu juga terjaring karena patroli dan ada laporan dari masyarakat juga," kata Riza.

Dari data yang ditunjukan bahwa gelandangan, anak terlantar dan lansia tersebut dari berbagai daerah meliputi Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung, Jawa Barat, Palembang, Sumatera Utara, dan Sulawesi.

"Kasus-kasus tersebut berakhir kebanyakan dipulangkan ke rumah atau keluarga. Kita lakukan pendekatan juga mereka dengan keluarganya. Akan tetapi berbeda hal bila ODGJ bisa dirujuk ke rumah sakit jiwa, tapi paling utama itu penyelesaian paling baik dikembalikan kepada keluarga," tutur Riza.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved