Berita Bangka Selatan

Sejak Ada Kenaikan Iuran, 1200 Peserta BPJS Kesehatan di Bangka Selatan Telah Ajukan Penurunan Kelas

Berdasarkan data pihaknya, jumlah peserta yang turun kelas sejak Senin (9/12/2019) lalu hingga Rabu (8/1/2020) adalah sebanyak 1.200 peserta.

Sejak Ada Kenaikan Iuran, 1200 Peserta BPJS Kesehatan di Bangka Selatan Telah Ajukan Penurunan Kelas
(Bangkapos.com / Jhoni Kurniawan)
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan, Yusi Afserinta 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan Yusi Afserinta mengatakan, masyarakat yang mengajukan penurunan kelas layanan telah terjadi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bangka Selatan sejak November 2019 kemarin dan masih berlangsung hingga kini.

Menurut Yusi, setelah dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu, menjadi alasan peserta banyak yang turun kelas.

"Alasannya bervariasi, tetapi banyak yang beralan turun kelas lantaran kurang mampu untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan tiap bulannya," ujar Yusi, Rabu (8/1/2020)

Adapun besaran nilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan yaitu pada kelas III dari Rp 25.500,- berubah menjadi Rp 42.000,-, kelas II dari Rp 51.000,- naik menjadi Rp 110.000,- dan pada kelas I yang awalnya Rp 80.000,- berubah menjadi Rp 160.000,-.

Berdasarkan data pihaknya, jumlah peserta yang turun kelas sejak Senin (9/12/2019) lalu hingga Rabu (8/1/2020) adalah sebanyak 1.200 peserta.

"1.200 peserta itu tergabung dari sejumlah peserta yang kami kalkulasi dari sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bangka Selatan," ujar Yusi.

Menurut Yusi, enurunan atau pindah kelas masih akan berlangsung terjadi di tempatnya sampai waktu yang belum ditentukan.

Yusi menyebutkan pelanggan BPJS Kesehatan berpindah dengan kelas yang lebih rendah yakni dari Kelas II pindah ke Kelas III, Kelas I lindah ke Kelas II bahkan ada juga pelanggan yang dari Kelas I pindah ke Kelas III.

Kendati demikian, Yusi tak dapat memaksakan keinginan peserta untuk memilih kelas layanan dalam BPJS Kesehatan karena semuanya merupakan keputusan peserta BPJS Kesehatan. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved