Berita Pangkalpinang

3.500 Tenaga Honorer Pemprov Bangka Belitung Dievaluasi, Bakal Ada yang Tak Diperpanjang Kontrak

3.500 jumlah tenaga honorer yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun ini akan ada upaya evaluasi untuk mengurangi jumlah honorer

3.500 Tenaga Honorer Pemprov Bangka Belitung Dievaluasi, Bakal Ada yang Tak Diperpanjang Kontrak
Bangkapos.com/Riki Pratama.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirman Jumli. 

Sebanyak 3.500 jumlah tenaga honorer yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun ini akan ada upaya evaluasi untuk mengurangi jumlah honorer

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 3.500 jumlah tenaga honorer yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun ini akan ada upaya evaluasi untuk mengurangi jumlah honorer bagi mereka yang tidak bekerja secara maksimal untuk Pemerintah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirman Jumli mengatakan pengurangan dilakukan bagi mereka yang tidak disiplin dalam bekerja.

"Insyah Allah pengurangan yang melanggar disiplin disampaikan kepala OPD. Kita menata ulang yang bermasalah dengan ada ditegur berapa kali tidak masuk juga, mereka dikeluarkan. Lalu yang dianggap sudah usia 58 tahun sesuai peraturan Gubernur diberhentikan. Kecuali memang ia diperlukan sebagai tenaga teknis tidak masalah,"ungkap Sahirman Jumli kepada bangkapos.com, Kamis (9/1/2020).

Ia menegaskan, pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tak diberikan lagi untuk merekrut secara diam-diam tenaga honorernya, sebelum adanya rekomendasi dari Gubernur Bangka Belitung.

"Kalau ketahuan diam-diam dari Gubernur akan kita beri sanksi. Dari OPD silahkan kalau ada anggaran menerima, kalau mereka butuh tetapi harus ada rekomendasi dari Gubernur. Nanti dari Badan Kepegawaian merekom untuk mengeluarkan surat keterangnya biar masuk data base. Apabila tidak masuk bila ada persoalan, nanti kita tidak bertanggung jawab,"lanjutnya.

Ia menjelaskan jumlah honorer di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 3.500 orang, sementara untuk jumlah ASN sebanyak 5000 orang lebih.

"Dengan adanya tenaga honorer untuk menutupi ASN menurut rasio jumlah penduduk, dibutuhkan 8.000-9.000 orang. Sementara jumlah ASN baru 5.000 lebih, kekurangan itu ditutup dengan honorer yang berjumlah 3.500, sehingga jumlahnya hampir 9.000,"tukasnya.

Pemerintah mendorong untuk pegawai honorer yang ada agar bisa mengikuti tes CPNS dan P3K agar bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

"Ada kebijakan untuk mengurangi dengan memberikan kesempatan tes CPNS peluang P3K kita persilakan ikut. Ketiga kita batasi umur bila sudah 58 tahun tidak kita perpanjang lagi, namun bila tenaganya spesial betul misalnya untuk menata taman bisa diperpanjang lah,"ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved