Breaking News:

Jalin Cinta Terlarang dengan Eksekutor, Istri Kedua Jamaluddin Jadi Otak Pembunuhan

Otak pembunuhan Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan, adalah istri keduanya, Zuraida Hanum alias ZH.

Editor: Evan Saputra
TRIBUN MEDAN.com/Victory
Polda Sumut akhirnya merilis tiga tersangka yaitu Istri Zuraida Hanum (ZH) dan dua algojo berinisial JB dan R di Mapolda Sumut, Jalan SM Raja, Medan, Rabu (8/1/2020). 

Jalin Cinta Terlarang dengan Eksekutor, Istri Kedua Jamaluddin Jadi Otak Pembunuhan

BANGKAPOS.COM - Otak pembunuhan Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan, adalah istri keduanya, Zuraida Hanum alias ZH.

"Ada tiga pelaku, yang pertama istri korban, sama dua orang suruhannya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).

"Istri korban inisial ZH, suruhannya Jefri Pratama (JP) dan Reza (R)," sambung Argo.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin Siregar mengatakan Jamaluddin dibunuh seusai pulang dari kantornya.

"Korban dibunuh saat tiba ke rumahnya. Di rumah tersebut sudah menunggu dua pria ini yang diduga sebagian eksekutor JP dan RF."

"Jadi korban dibunuh pada ranggal 28 November 2019, di dalam rumah."

"Jenazah ditemukan 29 November 2019 di Desa Kutalimbaru," ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Dilansir TribunMedan.com Zuraida Hanum rupanya menjalin asmara terlarang dengan eksekutor Jefri Pratama.

Jamaludin menikahi Zuraida Hanum pada 2011 dan dikaruniai seorang anak.

Seiring waktu berjalan, Zuraida Hanum cemburu dan menuding Jamaluddin selingkuh.

Pada akhir 2018, Zuraida Hamum menjalin hubungan asmara terlarang dengan Jefri Pratama.

Asmara keduanya tumbuh setelah Zuraida Hamum kerap curhat masalah rumah tangganya dengan Jamaluddin ke Jefri Pratama.

Keduanya diketahui dapat saling mengenal karena anak mereka satu sekolah.

Pada 25 November 2019, keduanya bertemu di Coffee Town, Ringroad Medan, untuk merencanakan pembunuhan Jamaluddin.

Mereka menggajak Reza dan selanjutnya setelah sepakat dengan rencana tersebut.

Kemudian Zuraida memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada Reza.

Uang itu untuk membeli satu ponsel kecil, dua pasangan sepatu, dua potong kaos, dan satu sarung tangan.

Rencana Bercerai Hingga Singgung Harta Gono Gini

Advokat Maimunah (nama samaran) didatangi hakim Jamaluddin pada malam sebelum kematiannya.

Ia membeberkan fakta mengejutkan.

Ia dimintai keterangan oleh polisi pada Senin (16/12/2019).

Terungkap, Maimunah diminta Jamaluddin untuk mengurus kasus perceraiannya dengan Zuraida Hanum.

"Awalnya kami itu bertemu karena saya sedang mengurus perkara pada Agustus 2019 lalu."

"Di situ pertama kenal. Baru setelah itu dia curhat kalau ada niatan mau cerai," jelas Maimunah ditemui Tribun-Medan.com di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (17/12/2019).

Ia dimintai keterangan oleh polisi pada Senin (16/12/2019).

Terungkap, Maimunah diminta Jamaluddin untuk mengurus kasus perceraiannya dengan Zuraida Hanum.

"Awalnya kami itu bertemu karena saya sedang mengurus perkara pada Agustus 2019 lalu."

"Di situ pertama kenal. Baru setelah itu dia curhat kalau ada niatan mau cerai," jelas Maimunah ditemui Tribun-Medan.com di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, niatan cerai itu sudah disampaikan secara langsung oleh hakim Jamaluddin kepada istrinya, Zuraida Hanum.

Namun, Zuraida Hanum menolak cerai.

Ia beralasan tidak ingin harta hakim Jamaluddin dibagikan kepada anak-anak dari istri yang pertama.

"Jadi saya semalam diperiksa di Polrestabes sampai jam setengah 1 malam."

"Saya bilang bahwa niatan cerai sudah disampaikan ke ibu (istri Jamaluddin) di bulan September,” ujarnya.

“Jadi, pertemuan kedua pada 22 September 2019, dibilang bapak (Jamaluddin), kalau ibu tidak terima (cerai)."

"Bapak bilang ibu enggak mau harta tersebut dibagikan sama anak-anak dari istri yang pertama," ucap Maimunah menirukan ucapan Jamaluddin.

Dua bulan berselang, hakim Jamaluddin merasa mantap untuk bercerai.

Niat itu pun disampaikan lagi kepada Maimunah pada pertemuan tanggal 26 November.

"Lalu terakhir ketemulah kami pada tanggal 26 November, tiga hari sebelum bapak meninggal."

"Bapak bilang, 'Maimunah saya enggak sanggup lagi. Ceraikan saja!' Katanya kayak gitu, daripada banyak kali dosa,” ucap Maimunah.

Melihat tekad bulat hakim Jamaluddin, Maimunah tak bertanya lebih jauh lagi.

Namun, ia mengingatkan hakim Jamaluddin untuk mengesampingkan soal harta agar proses perceraian tidak berlarut-larut.

“Ya udahlah kalau bapak udah niat untuk cerai, terserah bapaklah itu, yang penting kalau urusan harta nanti saja itu Pak."

"Nanti lama kali cerainya, panjang kali perkaranya," kata tuturnya kepada hakim Jamaluddin.

Sebagai kuasa hukum yang dipercaya untuk mengurus perceraian tersebut, Maimunah pun meminta berkas-berkas untuk mengajukan gugatan.

Sedianya Maimunah bertemu dengan hakim Jamaluddin pada Rabu, 27 November, untuk serah terima berkas guna proses perceraian.

Pertemuan itu urung terlaksana karena Maimunah batal ke PN Medan.

"Hari Selasa kami ketemu, di situ janji akan jumpa tanggal 27 November mau ngurus cerai bapak."

"Tapi, karena orang PN bilang salinan putusan saya (kasus lain) belum selesai, maka saya batal ke PN," tuturnya.

Maimunah akhirnya mendatangi PN Medan pada Jumat, 29 November 2019.

Selain hendak bertemu hakim Jamaluddin untuk mengambil berkas guna pendaftaran gugatan cerai, Maimunah juga ingin mengambil salinan putusan PN Medan.

"Saya sampai jam 1 dan langsung pergi ke ruangan Pak Jamal mau ambil berkas cerai, tapi enggak ada di ruangan."

"Lalu pergilah saya ambil salinan putusan jam 2.15 siang. Karena tidak ada balik lah saya," jelasnya.

"Ya di situ saya mau mempersiapkan berkasnya, ada buku nikah, KK dia, KTP dia, akte lahir anak-anaknya dan surat harta,” imbuhnya.

Menurut Maimunah, gugatan perceraian hakim Jamaluddin terhadap istrinya, rencananya didaftarkan ke Pengadilan Agama pada Senin, 2 Desember 2019.

“Bapak (Jamaluddin) ini calon klien. Jadi di situ belum sempat didaftarkan perkaranya (cerai), karena rencananya baru Senin akan didaftarkan ke Pengadilan Agama," tutur Maimunah.

Maimunah tak menampik adanya pertanyaan dari polisi tentang alasan dirinya dipilih oleh hakim Jamaluddin untuk mengurus kasus perceraian tersebut.

"Saya juga ditanya polisi kenapa harus sama saya Pak Jamaluddin jadi kuasa hukum,” ujarnya.

“Ya, karena dekat, sudah berkonsultasi dan sudah kenal juga."

"Pada tanggal 7 September, saya juga sudah ajak rekan saya advokat laki-laki untuk berkonsultasi.

Jadi dari awal Pak Jamal ini minta dirahasiakan namanya karena enggak mau ribut karena dia hakim."

"Jadi di situ saya juga enggak mau sendirian, makanya saya ajak advokat laki-laki supaya orang tidak berpikir lain-lain," cetusnya.

Terakhir, Maimunah menjelaskan bahwa dirinya sudah 5 kali diperiksa oleh kepolisian.

Ia pertama kali menjalani pemeriksaan pada tanggal 2 Desember 2019 di Polrestabes Medan.

Pemeriksaaan berlanjut pada 9 Desember di Kok Tong Ringroad. Kemudian, 4 hari lalu Maimunah kembali diperiksa di Polrestabes.

Selanjutnya pemeriksaan pada Jumat malam, dan terakhir Senin malam kemarin.

Sebelumnya, Maimunah membeberkan terkait kedatangan hakim Jamaluddin ke rumahnya pada Kamis (28/12/2019) malam sekitar pukul 21.35 WIB.

Jasad hakim Jamaluddin ditemukan di areal kebun sawit warga di Dausun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat (29/11/2019).

"Dia ke rumah saya, manggil-manggil saya tiga kali, itu jam 9.35 WIB lah itu ketepatan waktu acara Suratan Tangan di ANTV acara Uya Kuya itu," jelasnya saat diwawancarai eksklusif dengan Tribun Medan, Jumat (13/12/2019).

Namun, Maimunah tidak membukakan pintu meskipun hingga tiga kali dipanggil oleh Jamaluddin.

Menurut Maimunah, saat itu hakim Jamaluddin tidak sendirian. Ia bersama tiga orang pria berbadan tegap.

"Dia manggil tiga kali, ”Maimunah” katanya dengan logat Acehnya. Pemanggilan pertama saya pergi ke ruang tamu mengintip."

"Rupanya bapak itu, tapi di situ dia sudah ada kawannya, waktu itu ada bertiga," cetusnya.

"Dia kan manggil 3 kali, tapi saya enggak keluar. Saya berpikir tidak ada kepentingan sama bapak ini."

"Janji saya Jumat mau ke kantor pengadilan. Di malam Jumat itu perasaan saya sudah enggak enak," tambah Maimunah.

Ia pun menerangkan bahwa ada yang mendorong hakim Jamaluddin dari mobil hingga ke pintu rumah Maimunah.

"Ada 3 oranglah, depan 1, mendorong dia untuk masuk. Sama sopir satu orang, kemungkinan mereka ada 4 atau 5 orang sama Pak Jamal," tuturnya.

Maimunah mengaku sempat mendengar hakim Jamaluddin saat itu meminta dirinya untuk ikut dengan rombongan tersebut.

"Paling gini dibilangnya 'bisa ikut bentar'. Ada yang mau dikonfrontir atau ditanyakan, hati saya sudah enggak enak hari itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maimunah menjelaskan setelah 15 menit di depan rumahnya, akhirnya rombongan hakim Jamaluddin pulang.

"Jadi pergilah orang itu kira-kira 15 menit, saya merasa enggak ada kepentingan ngapain jumpai."

"Lagian tengah malam ada apa, saya bertanya-tanya ada apa," tuturnya.

Esok harinya, Jumat (29/11/2019), Maimunah terkejut mendengar kabar Hakim Jamaluddin ditemukan tewas.

Belakangan Maimunah menyebut hakim Jamaluddin memiliki harta kekayaan senilai Rp 48 miliar.

Jumlah itu disampaikan hakim Jamaluddin kepada Maimunah pada Agustus 2019, saat diskusi terkait rencana perceraian dengan Zuraidah.

"Jadi waktu mau cerai itu dibilang pokoknya Rp 30 miliar itu berbentuk aset, dan Rp 18 miliar itu uang tunai," kata Maimunah, Minggu (29/12/2019) lewat sambungan seluler.

Drama Zuraida Hanum

Zuraida Hamum sempat menangis tersedu-sedu saat berada di RS Bhayangkara Medan pada (30/11/2019) silam.

Kala itu, Zuraida Hamum menangis setelah mengetahui suami yang dicintainya tewas di area kebun sawit.

Malam hari setelah jenazah Jamaluddin dibawa ke RS Bhayangkara, Zuraida Hamum hadir.

Ia tampak begitu syok dan berulang kali menangis bahkan sempat pingsan.

Setelah 41 hari penyelidikan, pihak kepolisian bisa menemukan siapa tersangka pembunuh Hakim PN Medan tersebut.

Otak pembunuhnya tak lain Zuraida Hamum, yang sempat bersandiwara menangis saat melihat jenazah Jamaluddin.

Kini, Zuraida Hamum tampak tertunduk lesu saat berada di Polda Sumut.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Zuraida Hamum tampak berganti jubah menggunakan baju tahanan berwarna orange.

Zuraida Hanum terlihat sempoyongan, sesekali ia memejamkan matanya.

Jadi Otak Pembunuhan Jamaluddin, Istri Kedua Ternyata Jalin Asmara Terlarang dengan Eksekutor

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Jadi Otak Pembunuhan Jamaluddin, Istri Kedua Ternyata Jalin Asmara Terlarang dengan Eksekutor

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved