Berita Sungailiat

Lima Penyandang Disabilitas Asal Kabupaten Bangka Ikuti Pendidikan di Cibinong

Kelima anak asal Kabupaten Bangka ini akan mengikuti pendidikan di bidang desain grafis, menjahit dan pekerjaan logam selama 6 bulan.

Lima Penyandang Disabilitas Asal Kabupaten Bangka Ikuti Pendidikan di Cibinong
bangkapos.com / edwardi
Dinas Sosial Kabupaten Bangka bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengirimkan 5 orang penyandang disabilitas asal Kabupaten Bangka dan 2 orang asal Kabupaten Bangka Tengah mengikuti pendidikan vokasional di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas Cibinong Jawa Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Sosial Kabupaten Bangka bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengirimkan lims orang penyandang disabilitas asal Kabupaten Bangka dan dua orang asal Kabupaten Bangka Tengah mengikuti pendidikan vokasional di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas Cibinong Jawa Barat.

"Mereka yang kami rekrut ini anak-anak yang sudah bersekolah di SLB Sungailiat, mereka ini ikut tes ternyata yang lulus 5 orang siswa dari Kabupaten Bangka dan dua siswa dari Bangka Tengah," kata Baharudin Bafa, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Kamis (09/01/2020).

Ditambahkannya, kelima anak asal Kabupaten Bangka ini akan mengikuti pendidikan praktik keterampilan di bidang desain grafis, menjahit dan pekerjaan logam selama enam bulan.

"Dari pengalaman peserta sebelumnya yang sudah mengikuti pendidikan ini biasanya mereka cukup terampil dan bisa menguasai ilmu ketrampilan yang diikutinya, sehingga mereka juga bisa diterima di dunia kerja," ujar Baharudin.

Diakuinya, memang inilah tujuan diadakannya pendidikan vokasional ini bagi para penyandang disabilitas ini yakni supaya bisa menjalankan fungsi sosialnya secara layak meskipun mereka dalam keadaan disabilitas.

"Kita berharap dengan memiliki ketrampilan ini tidak menghalangi mereka dalam mencari nafkah meskipun dalam kondisi disabilitas," imbuhnya.

Ditambahkannya, selain itu juga akan menjaring salah satu penyandang tuna netra untuk dilatih memijat, karena dari pengalaman yang sudah ada cukup lumayan hasil atau pendapatan dari ketrampilan memijat ini.

"Kalau sehari bisa memijat tiga orang saja dengan upah Rp 100.000 per orang, maka lumayan juga penghasilannya per bulan dari ketrampilan memijat ini," jelasnya.

Diungkapkannya, kemarin di Kantor Dinas Provinsi Babel diadakan pertemuan bersama keluarga dan Kepala Dinsos Provinsi Babel dan Kepala Dinsos Kabupaten Bangka dan Bateng agar para orangtua juga bisa mendukung anaknya yang akan menjalani pendidikan vokasional ini.

"Kita berharap anak-anak ini bisa betah menjalani dan mengikuti pendidikan selama enam bulan di Cibinong nanti, orangtua harus memberikan dukungan dan menyemangati anak-anaknya agar kuat menjalani pendidikan ini sehingga tidak sia-sia," imbuhnya (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved