Berita Pangkalpinang

Minta Jangan Bunuh Buaya, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Sebut Ini yang Harus Dilakukan Warga

Perubahan sikap buaya, di antara binatang buas yang di Pulau Bangka baru-baru ini menyita perhatian

Minta Jangan Bunuh Buaya, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Sebut Ini yang Harus Dilakukan Warga
Dokumen Bangka Pos
Buaya tangkapan masyarakat Dusun Pangkalraya, Sabtu (4/1) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Perubahan sikap buaya, di antara binatang buas yang di Pulau Bangka baru-baru ini menyita perhatian

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi. Menurutnya, hal tersebut sempat membuatnya heran dengan banyaknya kabar terkaman buaya di daerah-daerah yang ada di Babel.

"Ini kan termasuk jarang terjadi dulunya. Lalu baru-baru ini seakan berentetan terjadi di kita. Jadi harus kita pikirkan apa penyebabnya," jelas Amri kepada Bangkapos.com, Kamis (9/1/2020).

Maraknya pengrusakan lingkungan sekarang ini, dikatakannya, menjadi penyebab hewan dengan nama lain Crocodylus Porosus itu keluar dari habitat asli mereka.

Amri berharap walaupun pola tingkah laku buaya saat ini terlihat buas, namun sebagai sesama ciptaan Allah SWT, dia ingin tidak terjadinya konflik antara manusia dan buaya.

"Di sini saya tekankan, yang salah bukan buaya, tapi manusianya. Sudah tahu itu habitat mereka, kenapa dirusak," ucapnya.

Amri Cahyadi saat diwawancarai sejumlah awak media
Amri Cahyadi saat diwawancarai sejumlah awak media (bangkapos.com/Kemas Ramandha)

Kebijaksanaan masyarakat dalam menangani ancaman buaya yang mungkin saja dapat melukai korban terkaman, diharapkannya harus dilakukan.

Dia menuturkan tak seharusnya juga ketika terdapat konflik antara buaya dan manusia lalu buaya tersebut ditangkap kemudian dimusnahkan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila terjadi hal sedemikan untuk dapat melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti.

"Yang pertama, hubungi polisi atau aparat lainnya seperti babinsa yang ada di daerah. Nanti mereka dapat melaporkan dan memanggil pihak yang berwenang melakukan penangkapan," ucapnya.

"Hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) atau sekarangkan ada Alobi (Animal Lovers Bangka Island) yang bisa menangani itu. Jangan dibunuh. Lebih baik mereka dipindahkan ke penangkaran. Ingat loh, mereka juga makhluk hidup yang dilindungi," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved