Berita Pangkalpinang

Pemburu Burung Rangkong di Pulau Bangka Diringkus GAKKUM KLHK Sumatera

Pengungkapan perburuan satwa dilindungi ini berawal dari tersebarnya foto perburuan satwa dilindungi berupa burung Rangkong sebanyak 3 ekor

Pemburu Burung Rangkong di Pulau Bangka Diringkus GAKKUM KLHK Sumatera
Gakkum KLHK Sumatra
Rangkong hitam yang dilindungi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaku perburuan satwa dilindungi jenis burung Rangkong, Kamis (9/1/2020) diringkus Tim Operasi Gabungan dari Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Sumatera dan Polda Kepulauan Bangka Belitung 

Pelaku berinisial RO alias BUNA (20) warga Belit Desa Dendang Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

Pengungkapan perburuan satwa dilindungi ini berawal dari tersebarnya foto perburuan satwa dilindungi berupa burung Rangkong sebanyak 3 ekor melalui media sosial Facebook oleh akun bernama BUNA.

Pantauan Tim Cyber KLHK berhasil mengidentifikasi alamat akun Facebook atas nama BUNA berlokasi di desa Dendang Kepulauan Bangka Belitung.

Kemudian melalui operasi gabungan Balai Gakkum Sumatera dan Polda Bangka Belitung dilakukan penggrebekan di rumah pelaku.

Petugas berhasil menangkap pelaku berinisial RO alias BUNA (20) tersebut dan senapan angin yang digunakan untuk berburu.

Pelaku diserahkan kepada Penyidik Ditjen Gakkum KLHK untuk proses perkara lebih lanjut.

Petugas Gakkum KLHK saat mengamankam pelaku pemburuan.
Petugas Gakkum KLHK saat mengamankam pelaku pemburuan. (Gakkum KLHK Sumatra)

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Gakkum KLHK menjerat pelaku dengan Pasal 21 Ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea menanggapi hal tersebut

“Pengungkapan perkara perniagaan satwa liar dilindungi dan dilanjutkan dengan kegiatan penyidikan untuk mengadili para pelaku kejahatan konservasi. Ini penting dilaksanakan dengan tujuan membuat jera para pelakunya dan sebagai pelajaran agar tidak ada yang melakukan pelanggaran serupa. Di luar semua itu tentu saja untuk kelestarian satwa liar yang ada di Indonesia”, ujar Eduward kepada bangkapos.com.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved