Prabowo Diangap Lemah Atasi Natuna, Eks Anggota Tim Mawar: Kita Gunakan Filosofi Ular Derik

Prabowo Diangap Lemah Atasi Natuna, Eks Anggota Tim Mawar: Kita Gunakan Filosofi Ular Derik

Prabowo Diangap Lemah Atasi Natuna, Eks Anggota Tim Mawar: Kita Gunakan Filosofi Ular Derik
Instagram Presiden Jokowi
Jokowi Kunjungi Natuna 

Prabowo Diangap Lemah Atasi Natuna, Eks Anggota Tim Mawar: Kita Gunakan Filosofi Ular Derik

BANGKAPOS.COM -Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dianggap tak tegas menangani pencurian ikan oleh kapal nelayan China di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Sejumlah pihak mempertanyakan langkah Prabowo dalam memastikan kedaulatan Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Menanggapi hal tersebut, mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Fauka Noor Farid menilai sikap yang diambil Prabowo sudah tepat.

"Pemimpin yang benar harus seperti itu, tidak bisa gegabah dan emosional dalam menghadapi sebuah masalah. Tapi bukan berarti lemah," kata Fauka di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Menurutnya pengiriman sejumlah kapal perang ke wilayah ZEE dan pemantauan udara yang dilakukan TNI AU justru menunujukkan kesiapan.

Dia mengibaratkan pengerahan kapal perang dan pesawat tempur F-16 meniru gerakan Ular Derik saat berhadapan dengan predator lain.

"Gunakan filosofi Ular Derik. Kepala tenang, tapi siap siaga ekor berbunyi. Berarti kita juga menyusun strategi kekuatan dan siap menyerang kalau memang harus menyerang," ujarnya.

Mantan anggota Tim Mawar Kopassus itu menilai China bukan negara yang dapat dianggap remeh karena kekuatan militernya nomor tiga di dunia.

Terlebih China memiliki basis investasi ekonomi besar di Indonesia sehingga permasalahan dapat mempengaruhi ekonomi bila ditangani gegabah.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved