Berita Kriminalitas

Premanisme Berkedok Juru Parkir Liar di Pangkalpinang, Hasilnya Digunakan Beli Narkoba

Aksi premanisme berkedok juru parkir liar di salah satu pusat perbelanjaan Kota Pangkalpinang kerap kali melakukan transaksi narkoba

Premanisme Berkedok Juru Parkir Liar di Pangkalpinang, Hasilnya Digunakan Beli Narkoba
Bangkapos.com/Yuranda
Suasana Penertiban Juru Parkir liar di kawasan salah satu pusat perbelanjaan, Kota Pangkalpinang, Selasa (7/1/2020) 

Tak hanya cari makan, aksi premanisme berkedok juru parkir liar di salah satu pusat perbelanjaan Kota Pangkalpinang kerap kali melakukan transaksi narkoba di wilayah parkiran.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tak hanya cari makan, aksi premanisme berkedok juru parkir liar di salah satu pusat perbelanjaan Kota Pangkalpinang kerap kali melakukan transaksi narkoba di wilayah parkiran.

Pengasilan mereka terbilang fantastis, rata-rata mencapai Rp 100 ribu per hari.

Jumlah penghasilan ini akan bertambah, tergantung dengan jumlah kendaraan yang parkir di sekitaran pusat perbelanjaan tersebut.

Dari penghasilan tersebut digunakan mereka untuk membelikan narkoba dan melakukan transaksi di sekitar Musium Tmah, belakang Jati Wisata dan di belakang Lapas Perempuan dan anak Kota Pangkalpinang.

Kasat Narkoba Iptu Chandra Satria mengatakan hal ini diketahui setelah berhasil melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap enam juru parkir liar yang positif mengkonsumsi narkoba dan menyebut nama satu diantara pengedar.

"Dari hasil penyelidikan keenam, muncul satu nama berinisial JA. Setelah di pancing si JA ini mau, dan kami lakukan penangkapan terhadap JA, dan JA mengaku telah melakukan transaksi disana, " Kata Kasat Narkoba Iptu Chandra Satria, Kamis (9/1/2020).

Suasana Penertiban Juru Parkir liar di Seputaran pusat perbelanjaan Kota Pangkalpinang, Selasa (7/1/2020)
Suasana Penertiban Juru Parkir liar di Seputaran pusat perbelanjaan Kota Pangkalpinang, Selasa (7/1/2020) (Bangkapos.com/Yuranda)

Berdasarkan pengakuan JA, dia sering melakukan transaksi dengan juru parkir liar disana.

"Penghasilan mereka per hari Rp 100 ribu, itu akan bertambah jika kendaran bertambah. Kalau dikali kan satu bulan sudah lebih dari Rp 3 juta. Kalau untuk cari makan sudah lewat, " katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan tentang kasus narkoba yang merajalela di kota Pangkalpinang.

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved