Advertorial
Bunda PAUD: Membentak dan Memarahi Anak, Merusak Memori Otak Anak
Bunda Paud Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi Rosman, menghimbau kepada seluruh orang tua agar tidak pernah membentak anak
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM-- Bunda Paud Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi Rosman, menghimbau kepada seluruh orang tua agar tidak pernah membentak dan memarahi anak. Menurutnya, hal itu dapat menyebabkan kerusakan memori alam bawah sadar pada otak anak.
"Ibu-ibu jangan pernah ya membentak dan memarahi anak, apalagi dengan pukulan. Karena, itu dapat merusak memori alam bawah sadar pada otak anak," ungkap Bunda Melati Erzaldi saat berkunjung ke Paud Mawar Merah Padang Baru bersama Penasehat Kelompok Kerja Bunda PAUD Provinsi Kep. Bangka Belitung, Laksmi Abdul Fattah, Jumat (10/1/2020).
Selain itu, ia juga menghimbau agar para ibu dengan umur di atas 38 tahun untuk tidak hamil lagi. Sebab, risiko kehamilan tertinggi pada wanita berada pada umur di atas 38 tahun. Dikatakannya, risiko paling tinggi pada kehamilan seorang wanita adalah darah tinggi.
Setiap orang tua, memiliki cita-cita untuk memiliki anak yang banyak. Namun, menurutnya hal utama yang harus diperhatikan adalah kemampuan. Agar orangtua mampu memberikan pendidikan dan kehidupan yang layak dan baik.
"Punya banyak anak boleh saja, asalkan kita sudah mampu memberikan pendidikan dan kehidupan yang baik. Tapi jika belum mampu, diantisipasikan dengan program Keluarga Berencana," ungkapnya.
Sebagai seorang ibu dan wanita, beliau berharap agar seluruh ibu dapat lebih mencintai dirinya sendiri. Ia mengatakan, semua wanita mempunyai hak atas dirinya sendiri.
"Sekali lagi, jangan ambil risiko untuk hamil jika umur sudah di atas 38 tahun. Jangan karena ada paksaan kita harus mengorbankan diri kita. Sayangi diri kita sendiri," ungkapnya. (Diskominfo Babel)
Penulis : Suci Lestari
Foto : umar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hsgd.jpg)