Berita Pangkalpinang

Jaenah Bawa Anaknya Ikut Memulung Sampah, Kisahnya Merantau di Tanah Bangka dari Cirebon

Hampir 10 tahun ini, pendatang dari Karawang, Jawa Barat mencari barang bekas dan rongsokan di seputar Kota Pangkalpinang.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Keberadaan pemulung yang menyusuri jalan-jalan Kota Pangkalpinang, lebih mudah dilihat akhir-akhir ini.

Bahkan, tak jarang ada anak kecil yang ikut serta orang dewasa melakukan pekerjaan tersebut.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil khawatir anak-anak ikut serta orangtua memulung sebagai modus mendapatkan simpati orang lain.

Namun, ada pemulung yang terpaksa membawa anak kecil karena tidak ada yang merawat di rumah.

SERANG pemulung di Pangkalpinang mengandeng seorang bocah saat beraktivitas
SERANG pemulung di Pangkalpinang mengandeng seorang bocah saat beraktivitas (Bangka Pos/ Resha Juhari)

Seperti yang dilakukan seorang perempuan berusia 70 tahun ini.

Hampir 10 tahun ini, pendatang dari Karawang, Jawa Barat mencari barang bekas dan rongsokan di seputar Kota Pangkalpinang.

Mak Acih, perempuan itu biasa disapa mengaku mencari barang bekas, di atas pukul 12.00 WIB.

"Kami carinya di sekitar Pasar Pangkalpinang, lalu memilahnya di sini," ungkap Mak Acih saat ditemui di kawasan Jalan Trem Kota Pangkalpinang, Rabu (8/1).

Dia tak sendiri, tapi bersama menantu perempuan dan seorang cicit yang berusia empat tahun.

Mak Acih terpaksa membawa cicitnya ikut memulung karena tidak ada yang merawat di rumah.

"Suami dan anak kami semuanya mulung," katanya.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved