AYAM GEPREK Pakai 300 Cabai Pemilik Bingung Penuhi Permintaan Pembeli Begitu, Ini Kisahnya

Harganya cukup terjangkau, hanya Rp 12 ribuan untuk satu porsi ayam geprek plus nasi dan sayur.

AYAM GEPREK Pakai 300 Cabai Pemilik Bingung Penuhi Permintaan Pembeli Begitu, Ini Kisahnya
Kompas.com/Silvita Agmasari
Ayam Geprek Bu Rum di Yogyakarta. 

BANGKAPOS.COM  - Menu ayam geprek kini menjadi salah satu ragam kuliner yang diminati banyak orang. 

Tak heran, banyak sekali warung ayam geprek yang tiap hari nyaris tak pernah sepi pembeli. 

Jika kamu salah satu penyuka ayam geprek, tak ada salahnya untuk datang ke Jogja. 

//

Di Jogja, kamu bisa mencicipi salah satu pembuat warung geprek legendaris. 

Konon, di warung inilah tren mengolah ayam dengan cara digeprek lahir. 

Namanya, Warung Geprek Bu Rum. 

Harganya cukup terjangkau, hanya Rp 12 ribuan untuk satu porsi ayam geprek plus nasi dan sayur. 

Ada lauk tambahan berupa tahu, tempe dan juga telur yang juga bisa digeprek.

Pilihan lauk dan sayur di Ayam Geprek Bu Rum
Pilihan lauk dan sayur di Ayam Geprek Bu Rum (Tribun Jogja / Susilo Wahid)
//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Warung Sederhana yang Tidak Pernah Sepi

Warung Geprek Bu Rum berada di Jl Wulung Lor Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman. 

Letaknya agak tersembunyi, tapi kamu bisa dengan mudah menuju ke sana lewat petunjuk dari aplikasi GPS di smartphone. 

 

 

Warung Ayam Geprek Bu Rum.
Warung Ayam Geprek Bu Rum. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Tempat berjualan hanya berupa warung dengan penutup tenda yang didirikan memanfaatkan ruang di sisi jalan. 

Dulunya, warung hanya berukuran sekitar 2x7 meter.

Tapi belakangan, warung diperpanjang sekitar 2x15 meter dan menampung lebih banyak pengunjung. 

Di warung ini, ayam diolah mulai dari pencampuran tepung, digoreng, disajikan dan digeprek. 

Pengunjung pun dengan mudah melihat proses mengolah ayam dengan cara yang sederhana.

Pelopor Ayam Geprek 

Menurut penuturan salah satu pegawai Warung Geprek Bu Rum yang akrab disapa Mbok Yem, warung geprek buka sejak tahun 2003 lalu. 

Mbok Yem sendiri mulai membantu Bu Rum memasak sejak tahun 2008. 

“Dulu baru di sini saja yang buka menu ayam geprek, banyak mahasiswa yang suka, lalu kanan-kiri banyak yang ikut buka juga,” kata Mbok Yem. 

Setidaknya ada lima warung serupa yang kini buka di sekitar Warung Bu Rum. 

Belum lagi warung-warung serupa yang buka di tempat lain di Jogja. 

Meski menunya hampir mirip, tapi Ayam Geprek Bu Rum nyaris tak pernah sepi pengunjung. 

“Ya kalau ditanya jumlah pengunjung sekarang memang tidak sebanyak dulu. Tapi masih banyak pelanggan kalau sedang liburan di Jogja pasti kesini,” kata Mbok Yem. 

Mbok Yem pun hafal pelanggan yang setia datang ke warung. 

Sebagian besar adalah mahasiswa yang pernah kuliah di Jogja.

Rekor Ayam Geprek 300 Cabai

Proses membuat ayam geprek di Warung Geprek Bu Rum sangat sederhana. 

Potongan ayam diberi bumbu dan diberi tepung lalu digoreng layaknya ayam tepung biasa. 

Ayam lalu digeprek bersama bawah putih, cabai, tomat atau terasi menggunakan ulekan sampai hancur lalu menjadi lauk pelengkap nasi dan sayur. 

Pembeli bisa menentukan jumlah cabai yang diinginkan. 

Atau, hanya digeprek saja tanpa ditambah cabai. 

Mbok Yem sedang menggoreng ayam.
Mbok Yem sedang menggoreng ayam. (Tribun Jogja / Susilo Wahid)

Kata Mbok Yem, rata-rata pembeli meminta cabai antar 3 sampai 7. 

Tapi beberapa kali, ia pernah membuatkan ayam geprek sampai puluhan, bahkan ratusan cabai

“Saya pernah bikin ayam geprek sampai 50 atau 100 cabai. Pernah juga ada yang pesan 300 cabai. Seingat saya yang pesan orang Jawa Timur. Sepertinya itu ayam geprek dengan cabai paling banyak,” kata Mbok Yem. 

Harga untuk ayam geprek dengan cabai yang banyak ini menurit Mbok Yem ada tambahan harga untuk menebus cabai

Uniknya, tambahan harga ini menyesuaikan harga cabai di pasaran. 

“Kalau harga cabai di pasar sedang tinggi ya tambah mahal itu yang pesan cabai sampai ratusan,” kata Mbok Yem. 

 

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Rekor Terpedas di Ayam Geprek Bu Rum di Jogja, Ada Pembeli yang Minta 300 Cabai

Editor: ediyusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved