Iran Minta Maaf dan Akui Menembak Pesawat Ukraina Hingga Menyebabkan 176 Orang Tewas

Pesawat Ukraine International Airlines jatuh pada hari Rabu tak lama setelah Iran meluncurkan rudal di pangkalan yang menampung pasukan Amerika

ATTA KENARE / AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani. 

Bencana itu terjadi ketika ketegangan melonjak di kawasan tersebut setelah pembunuhan Jenderal Iran, Qassem Soleimani.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengatakan, pihaknya meminta maaf dan menyesal kepada negara-negara yang terdampak jatuhnya pesawat Ukraina.

"Kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana," ujar Javad Zarif dalam cuitannya. 

"Penyesalan mendalam kami, permintaan maaf dan belasungkawa kepada orang-orang kami, kepada keluarga semua korban, dan kepada negara-negara yang terkena dampak lainnya," tambahnya.

Iran telah mengundang Amerika Serikat, Ukraina, Kanada, dan lainnya untuk bergabung dalam penyelidikan kecelakaan.

Mayoritas penumpang di Ukraina International Airlines adalah warga negara ganda Iran-Kanada, tetapi juga termasuk Ukraina, Afghanistan, Inggris dan Swedia.

Bencana tersebut merupakan bencana penerbangan sipil terburuk di Iran sejak militer AS menembak jatuh pesawat Iran Air di Teluk secara tidak sengaja pada Juli 1988.

Sebelumnya, pesawat jet Boeing 737-800 NG yang dioperasikan oleh Ukraina International Airlines, jatuh di pinggiran Teheran.

Pesawat jatuh selama lepas landas beberapa jam, setelah Iran meluncurkan rentetan rudal pada pasukan AS di Irak.

Beberapa hari lalu, Iran telah membantah bahwa rudal yang menjatuhkan pesawat adalah miliknya.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved