Berita Pangkalpinang

Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Siap Pindah Jika Diberikan Lokasi Strategis

Isi perda yang melarang pedagang berjualan di atas trotoar ini atau menggunakan badan jalan sebagai lapak berdagang.

Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Siap Pindah Jika Diberikan Lokasi Strategis
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani Pangkalpinang, Minggu (12/1/2020) sore. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ketertiban umum (tibum) dan ketentraman masyarakat (tramas) sejak September 2019 lalu telah disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Isi perda yang melarang pedagang berjualan di atas trotoar ini atau menggunakan badan jalan sebagai lapak berdagang.

Dalam perda tersebut, pelanggar dapat dikenakan sanksi administrasi apabila melakukan pelanggaran terhadap aturan yang ditetapkan.

Untuk sanksi administrasi berupa pembebanan biaya paksa penegakkan perda paling banyak Rp 500.000 dan sanksi pidana berupa kurungan paling lama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp 5 juta.

Namun, hingga saat ini masih banyak ditemukan pedagang yang menggunakan trotoar sebagai lapak berjualan.

Satu diantaranya Rahmat, dia mengaku masih berjualan di sekitaran Jalan Ahmad Yani karena tidak punya lapak permanen. Terlebih modal yang pas-pasan untuk usahanya tersebut.

"Sudah tahu kalau ada aturan itu. Tapi gimana mau cari rejeki," ungkap Rahmat kepada Bangkapos.com, Minggu (12/1/2020) sore.

Dia menuturkan, belum ada petugas yang mendatangi untuk melakukan penertiban. Aturan perda dibacanya melalui spanduk yang tertera di sekitar Jalan Ahmad Yani.

Rahmat menyebut, dirinya bakal ikut aturan Pemerintah Kota Pangkalpinang mengenai lokasi berjualan. Namun pemerintah kota harus menyediakan lokasi yang tepat dan strategis untuk menarik minat pembeli.

"Jangan sampai disuruh tidak jualan di trotoar tapi tidak ada solusi dan malah makin sepi," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved