Berita Pangkalpinang

Tim Gabungan Robohkan Bangunan Masuk Kawasan Hutan Lindung di Lintas Timur

Bangunan liar yang ditertibkan adalah bangunan yang berdiri masuk dalam kawasan hutan lindung. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Marwan

Tim Gabungan Robohkan Bangunan Masuk Kawasan Hutan Lindung di Lintas Timur
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Pemilik dan pekerja warung di Simpang Pantai Rebo Sungailiat Kabupaten Bangka tampak pasrah dan menonton aksi ekscavator mini yang merobohkan pondok mereka karena masuk kawasan hutan lindung Senin (13/12020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim gabungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Satpol PP, Porles Bangka, Polda, Korem, Kodim serta intansi terkait lainnya melaksanakan eksekusi perobohan bangunan liar di kawasan Lintas Timur Kabupaten Bangka Senin (13/1/2020).

Bangunan liar yang ditertibkan adalah bangunan yang berdiri masuk dalam kawasan hutan lindung. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Marwan.

"Hari ini kita lakukan perobohan bangunan yang berdiri diarea kawasan hutan lindung sebelumnya kita sudah berikan peringatan dan hari ini batasnya jadi kita robohkan," kata Marwan ditemui disela kegiatan.

Penertiban dimulai dengan merobohkan pondok yang dijadikan tempat jualan makan nasi, jajanan dan minuman di Simpang Pantai Rebo yang masuk dalam Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Saat didatangi tim gabungan pemilik dan pekerja masih beraktifitas. Terlihat sejumlah lauk dan makan masih terlihat di etalase.

Pemilik dan pekerja terlihat kooperatif dan mengeluarkan sejumlah barang dari pondok. Walaupun terdengar gerutuan dak mereka.

Setelah barang barang dikeluarkan selanjutnya satu unit ekscavator mini yang disiapkan langsung merobohkan pondok tersebut.

Setelsh rata dengan tanah tim kemudian melanjutkan penyisiran Jalan Lintas Timur. Tak jauh dari Simpang Desa Tanjung Ratu Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka tim mendatangi pondok yang dijadikan tempat tinggal dan tempat usaha warung makan.

Disini tim terpaksa turun tangan membantu pemiliknya yang sudah manula dan tinggal sendiri. Sejumlah peralatan rumah tangga dan lainnya dikeluarkan dari pondok sebelum dirobohkan mengunakan ekscavator mini.

Kembali warga pemilik bernama Jahari (65) terlihat pasrah dan menolak saat petugas menawarkan truck mengangkut barang jika ada tujuan tempat tinggal sementara.

"Biarlah tarok disitu bae pak belum tau nak kemane," kata Jahari menunjuk tempat dibawah pohon Albasia.

Selanjutnya tim bergerak menuju Kawasan Lintas Timur yang masuk ke area Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka tak jauh dari kawasan Pantai.

Disalah satu lokasi ada sekitar 10 pondok rumah tempat tinggal termasuk 1 surau. Beberapa pondok terlihat sudah mulai dibongkar pemiliknya namun beberapa pondok pemiliknya belum membongkar dan lengkap barang masih didalam pondok.

Setelah usah dan upaya pemilik pondok agar kembali diberikan waktu untuk membongkar sendiri gagal karena tim berkeras akan tetap merobohkan.

Tim tetap memberikan waktu untuk pemilik mengeluarkan isi pondok sebelum dirobohkan dengan ekscavator.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved