Berita Sungailiat

Warga Belinyu Datangi DPRD Bangka, Minta Izin Tambak Udang Dicabut

Masyarakat Jalan Pahlawan XII Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap pembukaan usaha tambak udang

Warga Belinyu Datangi DPRD Bangka, Minta Izin Tambak Udang Dicabut
Bangkapos.com/Edwardi
Masyarakat Jalan Pahlawan XII Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap pembukaan usaha tambak udang di kawasan Sungai Pasir Belinyu kepada DPRD Kabupaten Bangka di ruang paripurna DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/01/2020). 

BANGKAPOS COM,BANGKA-- Masyarakat Jalan Pahlawan XII Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap pembukaan usaha tambak udang di kawasan Sungai Pasir Belinyu kepada DPRD Kabupaten Bangka di ruang paripurna DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/01/2020).

Kedatangan masyarakat ini diterima anggota Komisi 2 dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Bangka dan para kepala OPD terkait di Pemkab Bangka, serta pihak perusahaan tambak udang.

Hartoni, warga Jalan Pahlawan XII Belinyu mengatakan warga sekitar menolak keberadaan tambak udang karena dekat dengan pemukiman masyarakat dan sangat mengkhawatirkan dampak pencemaran limbah tambak udang.

"Kami tidak ingin kampung kami kena dampaknya, seperti bau busuk dan banyaknya nyamuk yang akan berkembang biak," kata Hartoni.

Sementara Rusmanto, warga Belinyu mengatakan masyarakat sebenarnya tidak anti investor atau pengusaha dan mendukung apa yang dicanangkan pemerintah, cuma dalam pembuatan tambak udang ini seperti yang sudah dialami masyarakat daerah lainnya yang sudah ada tambak udangnya banyak mengalami dampak negatifnya.

"Karena itu kami bersikukuh agar keberadaan tambak udang ini dikaji kembali karena terlalu dekat pemukiman warga, karena khawatir dampaknya seperti bau amoniak, banyak sarang nyamuk, dekat lokasi wisata mangrove Perparkiran Permai, dekat tambatan perahu nelayan serta mengancam kehidupan nelayan pesisir yang mencari udang, kepiting dan lainnya," keluh Rusmanto.

Menurutnya keberadaan tambak udang ini lebih banyak merugikan masyarakat dibandingkan manfaatnya, sehingga minta lokasi tambak udang dikaji ulang.

"Kita berharap anggota DPRD dan Pemkab Bangka mengkaji ulang izin-izin yang sudah diberikan ke perusahaan, intinya kita menolak keberadaan tambak udang ini tetapi kita tidak anti investasi,"harap Rusmanto.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved