Berita Sungailiat

Warga Kenanga Beri Waktu Tiga Bulan kepada PT BAA Memperbaiki Pengolahan Limbah

Hasil pertemuan di Balai Adat Kelurahan Kenanga bersama Bupati Bangka disepakati memberikan kesempatan selama tiga bulan

Warga Kenanga Beri Waktu Tiga Bulan kepada PT BAA Memperbaiki Pengolahan Limbah
Bangkapos.com/Edwardi
Komisi III DPRD Kabupaten Bangka kembali menerima aspirasi masyarakat Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka soal keluhan pencemaran bau limbah pabrik tapioka PT BAA di ruang rapat Banmus Kantor DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/01/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Usai menerima masyarakat Kecamatan Belinyu, Komisi III DPRD Kabupaten Bangka kembali menerima aspirasi masyarakat Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka soal keluhan pencemaran bau limbah pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang sudah berlangsung hampir tiga  tahun di Ruang Rapat Banmus Kantor DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/01/2020).

Rapat ini dipimpin Ketua Komisi III, Romlan dan beberapa anggota Komisi III, sedangkan Warga Kenanga diwakili GA Subhan, H Miharja Malik dan beberapa warga yang tergabung dalam tim pemantau, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka Meinalina dan staf, serta Perwakilan PT BAA.

Romlan, Ketua Komisi 3 DPRD Bangka mengatakan rapat ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kelurahan Kenanga dan sekitarnya soal pencemaran bau busuk limbah pabrik tapioka PT BAA yang sudah berlangsung cukup lama.

"Kita baru-baru ini sudah turun ke lapangan ke pabrik tapioka PT BAA untuk meninjau pengolahan limbahnya, jadi hari ini kita ingin mengetahui progres selanjutnya usai kunjungan Direktur Pencemaran Udara KLHK dan tim ke PT BAA," ungkap Romlan.

GA Subhan, Warga Kelurahan Kenanga mengatakan persoalan bau limbah pabrik tapioka PT BAA ini sudah berlangsung selama tiga tahun dan sudah sampai ke DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung namun hingga kini belum ada penyelesaiannya.

"Kita jangan sampai latah dengan kata investasi meskipun presiden kita sedang menggalakkan investasi. Bila investasi ingin memecahkan masalah namun malah menimbulkan masalah baru sehingga hal ini harus kita selesaikan bersama," kata Subhan.

Menurutnya,  dari hasil pertemuan di Balai Adat Kelurahan Kenanga bersama Bupati Bangka disepakati memberikan kesempatan selama tiga bulan, mulai 6 Desember 2019 hingga 6 Maret 2020 kepada perusahaan PT BAA agar memperbaiki sistem pengolahan limbahnya, sehingga tidak menimbulkan bau busuk yang mencemari perkampungan masyarakat Kelurahan Kenanga dan sekitarnya.

Sementara Sulaiman, Perwakilan PT BAA mengatakan kedatangan Direktur Pencemaran Udara KLHK dan tim ahlinya ke perusahaannya sudah membantu memberikan masukan-masukan dalam memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Sebelumnya kita juga sudah mendapatkan saran dari Bu Meinalina (Kepala DLH Bangka) apa-apa saja yang harus segera kami lakukan  dan semua saran itu masih dalam proses pengerjaan," kata Sulaiman.

Ditambahkannya pada hari Kamis lalu dari pihak Direktur Pencemaran Udara KLHK dan tim ahlinya memberikan saran secara keseluruhan dalam pengolahan singkong ini menggunakan proses pengolahan media tertutup, semua saluran pembuangan harus menggunakan pipa, air proses pencucian harus dipisahkan terlebih dahulu dimasukkan ke degister dan proses-proses lainnya.

"Semua tempat penampungan limbah diupayakan tertutup, semua saran-saran ini masih dalam proses pengerjaan," kata Sulaiman.

Dilanjutkannya, pihak DLH Bangka dan masyarakat juga sudah membentuk tim pemantau sehingga apa yang dikerjakan pihak pabrik saat ini selalu diawasi dan dipantau tim pemantau.

"Mudah-mudahan sebelum batas waktu 3 bulan yang diberikan Pemkab Bangka dan masyarakat sesuai hasil pertemuan di Balai Adat Kelurahan Kenanga bulan Desember lalu, kami bisa menyelesaikan semua proses perbaikan pengolahan limbah pabrik sebelum batas waktu itu," harap Sulaiman.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved