Berita Sungailiat

BFS Tanam Anggrek dan Pohon di Tepian Sungai Upang Kabupaten Bangka

BFS melakukan aksi penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka

BFS Tanam Anggrek dan Pohon di Tepian Sungai Upang Kabupaten Bangka
istimewa
Yayasan peduli lingkungan Bangka Flora Society (BFS) dengan melakukan aksi penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Dunia dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Indonesia yang diperingati 10 Januari 2020 dimanfaatkan yayasan peduli lingkungan Bangka Flora Society (BFS) dengan melakukan aksi penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka, Sabtu (11/1/2020) lalu.

Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini kepada bangkapos.com, Selasa (14/01/2020) di Sungailiat mengatakan penanaman dilakukan dengan melibatkan para anggota BFS, sahabat alam sungai upang, siswa pramuka saka kalpataru, masyarakat dan para pengunjung.

Dian mengatakan tujuan kegiatan ini mengajarkan kepada seluruh siswa dan mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan khususnya di tepian Sungai Upang.

"Seluruh kegiatan kali ini merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem Sungai Upang. Kita juga memilih kayu perupuk dan jambu ubak karena memiliki karakteristik yang cocok untuk ditanam di tepin sungai upang," ungkap Dian.

Terkait dengan penanaman tanaman anggrek, wanita yang juga peraih penghargaan kalpataru tersebut mengungkapkan melakukan konservasi bagi tanaman anggrek Bangka Belitung di Pulau Anggrek yang di namanakan 'Pulau Anggrek Elsye Lestari'.

Pulau tersebut terletak di tengah Sungai Upang dan untuk menjangkaunya perlu mengendarai perahu.

"Penanaman kita kali ini dilakukan sebanyak 78 batang anggrek dari enam spesies berbeda. Di antaranya ada tanaman anggrek yang saat ini sudah mulai langka dan sulit untuk ditemui, anggrek tersebut yaitu Anggrek Bulan," tutur Dian yang didampingi Sekretaris BFS, Fahmi Andika.

Selain Anggrek Bulan (Phalaeonopsis sumatrana) lima jenis anggrek lainnya yaitu Cernu cervi, Oncidium, Bulbovilum, Bogoriensis, dan Tripspermum. Seluruh anggrek tesebut ditanam di Pulau Anggrek yang telah dirawat dan ditanami sejak tiga tahun silam.

Disamping itu, kegiatan penanaman juga terus rutin dilalukan Sahabat Alam Sungai Upang bersama BFS di tepian Sungai Upang melalui kegiatan 'Minggu Menanam'.

Sehingga setiap satu minggu sekali akan melakukan penanaman dengan melibatkan siswa dan masyarakat yang berkunjung ke Sungai Upang.

Ketua Komunitas Salam Upang, Hormen mengungkapkan disamping Sungai Upang dianggap masyarakat sebagai tempat rekreasi.

Drinya juga berharap mampu memberikan nilai-nilai edukasi khususnya terhadap pelestarian lingkungan. Sehingga masyarakat yang berkunjung mampu menambah pengetahuan dan rasa cinta terhadap lingkungan.

"Disamping kita mengurusi para pengunjung yang hendak berwisata. Kita sisipkan dengan nilai edukasi tentang lingkungan kepada mereka. Kita ajak mereka untuk menanam anggrek, pohon, dan melakukan pembibitan yang lokasinya juga di Sungai Upang," ujar Hormen.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved