Berita Sungailiat

Sempat Buron Dua Tahun, Pencabul Gadis Remaja di Pondok Kebun Akhirnya Ditangkap

Penangkapan tersangka pelaku terjadi pada Senin (13/1/2020) malam sekira pukul 23.00 WIB di Desa Banyuasin, Riasuilip Bangka.

Sempat Buron Dua Tahun, Pencabul Gadis Remaja di Pondok Kebun Akhirnya Ditangkap
IST/ Dok. Kapolres Bangka)
Seorang pria berinisial JS (23), tersangka pelaku pencabulan pada gadis remaja usia bawah umur.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Setelah sempat buron dua tahun, tersangka pelaku pencabulan gadis remaja di pondok kebun akhirnya ditangkap

Tersangka berinisial JS (23), warga Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Bangka, resmi ditahan terhitung hari ini, Selasa (14/1/2020).

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono didampingi Kapolsek Riausilip Iptu Jumpatua Simanjorang dikonfirmasi Bangka Pos, Selasa (14/1/2020), mengakui adanya penangkapan tersangka pelaku yang dimaksud oleh Polsek Riausilip Bangka.

"Hasil ungkap kasus tersebut Polres Bangka mem-backup Polsek Riausilip melakukan pengamanan pelaku dan melengkapi mindik (administrasi penyidikan). Selanjutnya dilakukan penahanan terhadap pelaku yang akan terbit SP-Han-nya (surat perintah penahanan) pada tanggal 14 Januari 2020," ujar Aris.

Penangkapan tersangka pelaku terjadi pada Senin (13/1/2020) malam sekira pukul 23.00 WIB di Desa Banyuasin, Riasuilip Bangka.

Keberadaan pelaku diketahui polisi berkat informasi yang disampaikan masyarakat.

"Tersangka ditangkap di kediaman mertuanya di Desa Banyuasin Kecamatan Riausilip Bangka. Tersangka buron mulai Bulan Januari 2018 lalu," katanya.

Sementara itu, korban merupakan seorang gadis remaja usia bawah umur.

Korban ketika itu masih berumur 14 tahun, disetubuhi oleh tersangka pelaku di sebuah pondok kebun.

"Disetubuhi, TKP-nya di pondok kebun milik kakak laki-lakinya tersangka di Desa Pangkalniur," jelas Aris didampingi Kapolsek Riausilip, Iptu Jumpatua Simanjorang.A

Terkait perkara ini, tersangka JS (23) dipastikan bakal mendekam cukup lama di balik jeruji besi.

Ia dituding melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI, Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Visum milik korban sudah ada di kami dan visum menerangkan benar bahwa kemaluan korban luka," tegasnya.(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved