2 Penumpang Meninggal Dunia, Lion Air Jelaskan Kronologi Kejadian

Dua penumpang pesawat Lion Air bernomor JT-085 rute Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah tujuan Surabaya meninggal dunia.

2 Penumpang Meninggal Dunia, Lion Air Jelaskan Kronologi Kejadian
Lion Air
Pesawat Lion Air 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Dua penumpang pesawat Lion Air bernomor JT-085 rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi (JED) tujuan Surabaya meninggal dunia, Minggu (12/ 1/2010).

 Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan kronologi  kejadian meninggalnya penumpang Lion Air dan layanan penerbangan JT-085 pada hari itu.

Lion Air JT-085 terbang dari Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi (JED) tujuan Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).

Danang menyebut operasional penerbangan telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Penerbangan JT-085 sudah dipersiapkan dengan baik. Lion Air mengoperasikan Airbus 330-300CEO registrasi PK-LEG, membawa 13 kru dan 257 penumpang atau tamu jamaah umroh. Kondisi kesehatan setiap tamu sudah mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/ medical information)," jelas Danang dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Selasa (15/1/2020) malam.

Danang mengatakan, penerbangan ini berangkat pukul 18.20 waktu setempat (Time in Jeddah, GMT+ 03) dan dijadwalkan mendarat di Juanda pada hari berikutnya Senin (13/ 01), pukul 08.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07).

Berkisar satu jam setelah lepas landas, pilot Lion Air JT-085 menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara akan melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Bandaranaike di Katunayake, 35 km utara dari Kolombo, Sri Lanka (CMB) dikarenakan alasan medis, bahwa terdapat satu tamu wanita bernama Saringa Albadiah yang segera membutuhkan pertolongan (need immediate medical assistance).

Awak kabin yang bertugas menjalankan tindakan sesuai prosedur dengan mengumumkan dalam kabin apakah terdapat dokter atau petugas medis serta membantu melakukan penanganan.

"Dokter bersama awak kabin sudah memberikan pertolongan pertama. Dokter menyatakan meninggal dunia tamu tersebut ketika pesawat akan mendarat," 

"Petugas layanan darat di Bandaranaike bersama pengelola bandar udara dan pusat kesehatan bandar udara (port health) sudah mempersiapkan untuk melakukan pertolongan," kata Danang.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved