Berita Pangkalpinang

Begini Kata Anggota Dewan Soal Anggaran untuk Honorer Pangkalpinang, Singgung Soal Pengangguran

Gandhi menyebut, kehadiran honorer tentu mengurangi beban kerja di pemerintah kota.

Bangkapos.com / Ira Kurniati
Anggota DPRD Pangkalpinang, Depati Muhammad Amir Gandhi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Pangkalpinang Depati Muhammad Amir Gandhi mengatakan, belanja pegawai yang mencapai Rp 420 miliar, jika dibandingkan dengan pengeluaran anggaran untuk honorer sekitar Rp73 miliar, sebetulnya bukan lah apa-apa.  Apalagi jumlah ASN yang mencapai 3000, begitupun dengan honorernya.

"bicata angka tentu jauh dari porsi. Sebetulnya kalau belanja pegawai sebesar itu tidak sebanding dengan yang dilekatkan pada honorernya," pungkas Gandhi kepada bangkapos.com, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, penempatan honorer juga disesuaikan dengam kebutuhan masing-masing OPD.

Gandhi menyebut, kehadiran honorer tentu mengurangi beban kerja di pemerintah kota. Dia mencermati maraknya angkatan kerja baru di Pangkalpinang menjadi faktor pendorong profesi honorer semakin diburu.

Angka pengangguran terbuka yang mencapai 4,7 persen malah semakin menjadi-jadi meskipum pemerintah telah berupaya menekannya. ,

"Bayangkan saja jika seluruh honorer kita rumahkan maka dipastikan pengangguran semakin berserakan di kota kita ini," katanya.

Terlepas dari hal itu, politisi PPP ini mengatakan, tentu DPRD akan mengevaluasi serapan tenaga kerja ke depannya. Angka pengangguran harus berkurang dengan hadirnya investasi yang relatif besar.

Anggaran Gaji & Kebutuhan PHL Rp73 Miliar, Bakeuda Pangkalpinang Sebut Kondisi Keuangan Masih Sehat

Tidak dimungkirinya, sudah ada beberapa aduan terkait persoalan serapan kerja yang tidak seimbang antara Pangkalpinang dengan daerah tetangga.

Lanjutnya, investasi sejak tahun 2019 hingga 2020 yang terus berkembang diharapkan dapat menekan angka penganguran.

Kehadiran retail besar dan berjejaring harusnya menekan angka 4,7 persen pengangguran.

"Belum lagi hadirnya MTH Corp yang menurut pemerintah kota Pangkalpinang mampu menampung 200 tenaga kerja. Ini kan luar biasa. Apalagi ditambah upaya penciptaan lapangan kerja baru yang bergerak di UKM dan UMKM serta industri kreatif yang saya cermati banyak di motori anak-anak HIPMI membuat kita harus dan bangga," sambungnya.

Dengan demikian, menurut Gandhi jika lapangan kerja terus terserap, dengan sendirinya rasionalisasi honorer di lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang akan berkurang dan pada gilirannya dapat menekan anggaran honorer Rp 73 Miliar. (bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved